Keluarga Berterima Kasih Kepada Hakim Atas Vonis Mati Terhadap Terdakwa Pembunuh Dufi

by

Keluarga Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, korban pembunuhan yang mayatnya dibuang dalam drum plastik, puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Bogor, yang menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa.

“Kami ucapkan terima kasih kepada majelis hakim yang memberikan putusan itu pada terdakwa,” kata adik bungsi Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, kepada wartawan di PN Cibinong, Selasa (23/4/2019).

Ramdoni menilai, hukuman mati yang diberikan kepada dua terdakwa yakni Nurhadi dan istrinya Sari Muniarsih itu cukup adil dengan perbuatannya. Namun, keluarga masih merasakan duka mendalam atas kejadian yang menimpa Dufi.

“Tapi tetap ya ada luka. Istri dan keluarga merasa kehilangan sosok korban. Semoga istri dan anaknya selalu diberi kesabaran. Saya yakin hakim sudah memutuskan ini dengan adil,” ucap Ramdoni.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Ramli M Sidik mengaku akan mengajukan banding atas vonis yang menjerat kliennya. Namun, dia enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait langkah tersebut.

“Adalah dasarnya. Nanti saja kan masih ada waktu seminggu ini,” ucap Ramli.

Sekadar diketahui, Abdullah Fithri Setiawana alias Dufi ditemukan tewas dalam drum plastik oleh pemulung di kawasan industri Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 November 2018.

Pembunuhan sadis ini diketahui dilakukan oleh tiga terdakwa, yaitu Nurhadi, Sari, dan Dasep. Untuk Nurhadi dan Saei dijatuhkan vonis hukuman mati karena menjadi otak pelaku pembunuhan berencana.

Sementara terdakwa Dasep dijatuhkan hukuman 10 tahun penjara karena turut serta membantu membuang mayat Dufi ke dalam drum plastik.
.
Sumber: okezone.com

Loading...
loading...
loading...