Kasus Vina Garut: V Terpaksa Agar Tak Diselingkuhi, Rayya Justru ‘Main’ Dengan Cewek Lain

by

Seorang pemeran laki-laki dalam video Vina Garut, Rayya, telah meninggal dunia pada Sabtu (7/9/2019) lalu.

Pihak kepolisian mengaku, pascakematian Rayya, proses penyelidikan terhambat.

Hal itu disebabkan lantaran Rayya merupakan salah kunci dalam penyidikan kasus video Vina Garut.

“Ya tentu saja (agak menyulitkan penyidikan),” kata Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, Sabtu (7/9/2019), dikutip Tribunnews dari Tribun Jabar.

Namun, kasus Vina Garut semakin menemui titik terang.

Polisi terus menggali keterangan dari pemeran perempuan video Vina Garut, V.

Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan dengan barang-barang yang ditinggalkan Rayya, seperti ponsel.

Kabar terbaru melaporkan, terdapat ratusan video lainnya yang tersimpan di ponsel Rayya.

Secara spesifik, polisi telah menemukan 113 video asusila lainnya di ponsel almarhum.

Fakta terbaru pun terungkap.

Dalam ratusan video tersebut, Rayya hampir berperan di semua adegan.

“Setelah HP-nya dibuka, ternyata ada 113 video,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Senin (9/9/2019), dikutip Tribunnews dari Tribun Jabar.

Sebelumnya, polisi telah menemukan 50 video.

Disebut-sebut kelima puluh video itu telah tersebar di masyarakat.

“Yang beredar itu kan hanya yang kemarin ramai di media sosial,” kata Budi.

Selain itu, kabar terkini menunjukkan, pemeran perempuan tidak hanya V saja.

Namun, ada beberapa perempuan lainnya yang terlibat dalam adegan video.

Bahkan dalam ratusan video itu, para perempuan tersebut melakukan adegan asusila dengan Rayya.

Saat ini, 113 video sedang diperiksa di pusat laboratorium dan forensik Mabes Polri.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ratusan video itu dibuat sekitar tahun 2016.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki siapa saja pemeran baru dalam ratusan video tersebut.

“Kami masih terus lidik kasus ini. Terutama mencari dalang utamanya,” ujar Budi.

V Mengaku Terpaksa
Di sisi lain, V mengaku dirinya terpaksa mau melakukan tindak asusila dan merekamnya.

V mengatakan, dia melakukan hal tersebut agar tidak ditinggal selingkuh Rayya.

Ia takut mantan suaminya itu meninggalkannya dan selingkuh dengan perempuan lain.

Berkebalikan dengan keterangan V, pengacara Rayya, Soni Sanjaya membantah apa yang dikatakan V.

Mengulangi keterangan yang diberikan kliennya sebelum meninggal, Soni mengungkap bahwa V melakukannya tanpa terpaksa.

Bahkan, berdasarkan kata Rayya, V sendiri yang meminta.

Hingga kini, kebenaran pengakuan di antara keduanya masih menjadi tanda tanya.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dengan barang bukti terbaru yang ditemukan.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...