Karyawan Gelapkan Uang Perusahaan Rp 1 Miliar, Demi Traveling Hingga Beli iPhone

by

Seorang karyawan wanita di Boyolali ditangkap, karena terbukti menggelapkan uang perusahaan.

Wanita 28 tahun asal Kelurahan Siswodipuran, Kabupaten Boyolali menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 1 miliar lebih.

Tersangka yang bernama Pasma itu merupakan karyawan di PT Prima sebagai Senior Staff Accounting di Kabupaten Boyolali.

Pasma bekerja di PT Prima sejak 11 April 2016 lalu.

Salah satu tugas pokok Pasma yakni secara rutin melakukan pemindahan dana perusahaan.

Pasma secara rutin melakukan pemindahan dana perusahaan dari rekening CIMB Niaga ke rekening BCA dari PT tersebut.

Dari hasil pemeriksaan secara internal diketahui bahwa Pasma telah melakukan pencairan uang perusahaan dari Bank CIMB Niaga.

Seharusnya uang tersebut dimasukkan ke rekening BCA.

Namun ternyata ada 4 kali penarikan uang dari CIMB Niaga yang tidak dimasukkan ke Rekening BCA.

Diduga uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi oleh Pasma. Hal itu juga diakui oleh Pasma.

Hasil pencairan dana tersebut, ia gunakan untuk travelling, dan renovasi rumah.

Tak hanya itu, uang tersebut juga Pasma gunakan untuk melakukan perawatan dan membeli barang-barang yang ia inginkan.

“Uangnya saya buat jalan-jalan ke seluruh Indonesia, ada yang buat renovasi rumah dan peralatan rumah tangga,” kata Pasma, dikutip TribunJakarta dari TribunSolo (13/9/2019).

“Kadang untuk perawatan juga tapi sekarang sudah tidak pernah,” imbuhnya.

Pelaku melakukan aksinya dengan rentang waktu yang berbeda-beda.

Pasma melakukan pencairan uang beberapa kali dalam waktu yang berbeda.

Kali pertama pelaku melakukan aksinya terjadi pada Jumat (15/9/2017) pukul 16.39 WIB dengan pencairan uang sebesar Rp 200.000.015,10.

Sedangkan aksi kedua dilakukan Pasma pada Senin (16/10/2017). Terjadi dua kali penarikan uang tunai dari rekening CIMB Boyolali.

Rincian pencairan pertama dengan nominal sebesar Rp 275.000.058 dan yang kedua nominal uang yang dicairkan adalah sebesar Rp 500.000.032,80.

Kemudian pada Selasa (21/10/2017) bertempat di Bank CIMB Niaga, Pasma kembali melakukan aksinya.

Pasma melakukan pencairan uang sebesar Rp 239.999.874,90.

“Awalnya saya makai uang kantor atau uang supplier terlebuh dahulu tapi saat Juli 2019 itu saat saya hamil anak kedua atasan saya tidak mengijinkan saya bekerja lagi,” ujarnya.

“Saya kebingungan bagaimana saya mengganti uang yang pernah saya pakai hingga saya gunakan uang tersebut,” katanya.

Setelah ditangkap, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Yakni hasil audit dari perusahaan, rekening koran BCA, rekening koran CIMB Niaga dan laporan keuangan yang dipalsukan.

Sedangkan dari hasil kejahatan, polisi menyita beberapa barang dari rumah pelaku.

Antara lain televisi, kulkas, mesin cuci, 1 set kursi sofa, kasur, almari, ponsel iPhone, kitchen set dan berbagai alat perlengkapan rumah tangga lainnya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...