[Kamis 8 November 2018] 6 Kali Guncangan Dirasakan di Berbagai Wilayah Indonesia

by

Wilayah Indonesia diguncang setidaknya 6 kali gempabumi hari ini, Kamis, 8 November 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun BMKG hingga pukul 04:36:50 WIB, terdapat 6 kali getaran gempa dengan magnitudo yang berbeda-beda.

#1
Gempa pertama berpusat di laut, 35 km barat laut Pulau Panjang, dirasakan pukul 01:36:11 WIB.

Gempa bermagnitudo 4,8 ini dirasakan di Sumbawa Barat dengan skala MMI II.

#2
Gempa kedua berpusat di darat, 6 km tenggara Mamasa, dirasakan pukul 01:47:44 WIB. Gempa bermagnitudo 3 ini dirasakan di Mamasa dengan skala MMI II.

#3
Gempa susulan di Mamasa kembali terjadi pada pukul 02:04:57 WIB.

Pusat gempa bermagnitudo 4,2 ini berada di darat, 5 km barat laut Mamasa. Skala yang dirasakan di Mamasa mencapai III.

#4
Gempa susulan kedua di Mamasa dirasakan pada pukul 02:20:54 WIB.

Pusat gempa bermagnitudo 3 ini berada di darat, 11 km timur laut Mamasa. Skala yang dirasakan yaitu II.

#5
Gempa susulan ketiga di Mamasa kembali dirasakan pada pukul 03:54:40 WIB.

Pusat gempa bermagnitudo 3,1 ini berada di darat, 15 km timur laut Mamasa. Skala yang dirasakan yaitu II.

#6
Gempa keenam dirasakan pada pukul 04:36:50 WIB. Gempa bermagnitudo 3,8, berpusat di darat 19 km barat laut Jayapura.

Getaran gempa dirasakan di Sentani dengan skala MMI II-III dan di Jayapura dengan skala II.

BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...