[Kamis 20 Desember 2018] BMKG Catat 2 Kali Gempa di Mamasa dan Aceh Tengah

by

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat setidaknya terjadi 2 gempa bumi di dua wilayah di Indonesia hingga pukul 07:42:00 WIB hari Kamis, 20 Desember 2018.

Gempa terjadi di wilayah Sulawesi Barat dan Aceh Tengah.

#1
Gempabumi pertama dirasakan pukul 07:13:28 WIB di Mamasa. Gempa tersebut berkedalaman 10 km dengan magnitudo 3,7.

Pusat gempa berada di darat, 8 km Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa. Mamasa merasakan gempa ini dengan skala intensitas III.

#2
Gempa kedua terjadi pada pukul 07:42:00 WIB di Takengon, Aceh Tengah. Gempa tersebut berkedalaman hanya 3 km dengan magnitudo 4,3.

Pusat gempa berada di darat, 12 km barat Takengon. Takengon merasakan gempa ini dengan skala intensitas II-III.

Kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diharap tetap tenang dan menunggu informasi selanjutnya dari BMKG.Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...