Kabar Jembatan Suramadu Ditutup Karena Virus Corona, Benarkah? Ini Kata Kapolres Bangkalan

by -2,358 views

Kabar Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) ditutup meresahkan masyarakat di tengah merebaknya wabah virus corona ( COVID-19).

Benarkah kabar tersebut? Dalam artikel di bawah ini, Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra akan memberikan penjelasan.

Informasi penutupan Jembatan Suramadu karena imbas penyebaran COVID-19 belakangan ini santer terdengar di telinga masyarakat Bangkalan.

Khususnya bagi para pelaku usaha jasa pengangkutan kapur, kayu bakar, dan furniture di Desa Jaddih Kecamatan Socah.

Pemilik truk Irfan Putra, Abd Sopir (50), warga Desa Jaddih Kecamatan Socah mengurungkan niatnya pergi ke Pasuruan untuk mengambil muatan pesanan furniture pada Rabu (25/3/2020) malam.

“Ada beberapa teman mau kirim kapur juga ke Pasuruan tapi urung berangkat. Informasinya Suramadu ditutup,” ungkapnya kepada Surya, Kamis (26/3/2020).

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menegaskan bahwa Jembatan Suramadu tetap dibuka karena merupakan akses utama penghubung Madura dan Pulau Jawa selain Pelabuhan Kamal.

“Saya kira tidak betul, isu Jembatan Suramadu adalah hoaks. Itu jalan nasional,” tegas Rama kepada SURYA.co.id.

Bangkalan merupakan kabupaten terdekat dari sisi utara dengan Surabaya. Ibu kota Jawa Timur itu kini ditetapkan sebagai Zona Merah Covid-19.

Karena itu, Rama menjelaskan Satgas Pencegahan COVID-19 Bangkalan telah membentuk posko lapangan di Dinas Kesehatan.

“(Suramadu) tugas gugus satgas, kami akan bersama ke Suramadu,” jelasnya.

Rama memaparkan, Tim Satgas Pencegahan COVID-19 Pemkab Bangkalan mengagendakan penerapan tindakan selektif prioritas terhadap kendaraan penumpang maupun pribadi yang masuk Bangkalan melalui Suramadu ataupun Pelabuhan Kamal.

Artinya, lanjut Rama, para penumpang bus angkutan kota antar propinsi akan dilakukan pengecekan kesehatan dan suhu tubuh menggunakan thermo gun.

“Busnya juga akan kami semprot cairan disinfektan. Saat ini teknisnya masih dirapatkan,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat Bangkalan untuk sementara waktu tidak melakukan aktifitas di luar rumah.

“Kecuali memang penting. Maklumat Pak Kapolri jelas, setiap hari kami pantau, bubarkan titik kumpul masyarakat seperti di kafe, billiard, hingga warnet,” pungkas Rama.

Sumber: tribunnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.