Jika Setelah Bertobat Kembali Maksiat, Apakah Akan Diterim Jika Tobat Lagi Nanti?

by

Wajib hukumnya bagi Muslim untuk menjauhkan dirinya dari segala sesuatu yang bernilai maksiat. Maksiat bisa melalaikan segenap raga dan jiwa dalam menjalankan kewajiban Muslim sebagai hamba.

Sebab itulah kita harus menundukkan setiap nafsu yang datang menghantui. Jangan sampai diri kita menjadi kuda tunggangan syahwat dan hawa nafsu.

Yang perlu diketahui adalah godaan setan akan terus mengintai kita untuk berbuat maksiat. Langkah terbaik dalam mewaspadai hal tersebut adalah terus berlindung kepada Allah. Tersurat dalam QS Al A’raf ayat 200:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah”

Ketika seorang Muslim tergelincir sebab suatu maksiat, maka cepatlah kembali kepada-Nya dengan cara bertobat.

Menyesali perbuatan yang telah diperbuat, serta bertekad untuk tidak mengulanginya dalam waktu dekat maupun jauh.

Jika ada  kemauan dan kesempatan, alangkah lebih baiknya jika langsung mengganti perbuatan maksiat tersebut dengan kebaikan amal saleh.

Lantas bagaimanakah jika seseoarang yang sudah bertobat kembali melakukan maksiat? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan sebagai berikut:

ولو تاب العبد ثم عاد الى الذنب قبل الله توبته الأولى ثم اذا عاد استحق العقوبة فإن تاب تاب الله عليه ايضا

“Kalau seseorang bertobat lalu kembali melakukan dosa, Allah terima tobatnya yang pertama. Kemudian jika ia kembali berdosa, ia akan mendapatkan hukuman. Jika ia bertobat, Allah terima tobatnya lagi”

Dengan demikian, siapa saja yang pernah bertobat lantaran telah melakukan maksiat, kemudian ia bermaksiat kembali, maka pintu tobat masih terbuka untuknya.

Ibnu Taimiyah melanjutkan penjelasannya, bahwa tetaplah bisa bertobat kembali jika seorang Muslim melakukan maksiat setelah tobat yang pertama.

Salah jika terus nekad melakukan maksiat tersebut terus menurus lantaran sudah menumpuk dosanya. Tetaplah bertobat walaupun ia terjerumus maksiat seratus kali dalam seharinya.

Allah itu Maha penerima tobat hamba-Nya, selalu membentangkan tangan-Nya pada siang hari untum menerima tobat para hamba-Nya yang bermaksiat pada malam hari, dan membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat pada hamba-Nya yang bermaksiat pada pagi hari.

Pintu tobat dan doa akan selalu terbuka untuk pada hamba dan tidak akan tutup walaupun dalam waktu tidur, dan juga tidak akan tutup hanya karena banyaknya permohonan.

Sebab itulah, tidak boleh berputus asa untuk tobat dan memohon ampun-Nya. Sebab Allah menyukai seorang hamba yang mau bertaubat kepada-Nya.  Dalam sebuah hadis disebutkan:

ان الله يحب العبد المفتن التواب

“Seseungguhnya Allah menyukai seorang hamba yang terperdaya berbuat dosa lalu suka bertobat”

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...