Jika Negara-negara Arab Mau Bersatu, Mudah Sekali Melawan dan Mengalahkan AS-Israel

by -2,003 views

Masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia hingga saat ini masih memberikan perhatian yang besar bagi sepak terjang militer Amerika dan Israel.

Amerika masih dikenal sebagai polisi dunia sehingga setiap ada konflik bersenjata negara adidaya ini selalu hadir dan seolah bisa menyelesaikan masalah.

Sedangkan Israel dikenal sebagai negara yang selama ini mengokupasi Palestina dan kerap melakukan kekerasan semena-mena terhadap rakyat Palestina.

Peran militer AS yang selalu berperan sebagai polisi dunia itu tidak selalu merampungkan atau membereskan konflk tapi cenderung membuat ruwet.

Sebagai contoh Perang Vietnam dan Perang Korea yang melibatkan militer AS telah membuat peperangan itu menjadi berkepanjangan sehingga menyebabkan korban baik di pihak militer maupun  sipil yang demikian besar.

Perang Irak (Perang Teluk) dan Perang Afghanistan yang dimotori oleh militer AS bahkan tidak mampu menuntaskan masalah seperti isu senjata pemusnah massal dan terorisme.

Aksi terorisme bahkan makin menjadi-jadi akibat kampanye perang melawan terorisme global yang dicanangkan militer AS tapi ternyata militer AS, dan bahkan CIA tidak mampu mengendalikannya.

Akibatnya aksi terorisme marak di mana-mana dan makin tidak terkendali serta negara AS sendiri malah menjadi sasaran serangan terorisme yang sangat mematikan.

Aksi militer AS di seluruh penjuru dunia telah menjadi bumerang dan bumerang itu tidak hanya menyerang balik AS tapi juga negara-negara sekutu AS.

Jelaslah bahwa militer AS telah gagal memerangi aksi terorisme di berbagai belahan dunia yang makin marak hingga saat ini.

Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia sedang dilanda rasa antipati terhadap militer AS yang telah membuat berantakan negara-negara Islam (Arab) di kawasan Timur Tengah, sebagian masyarakat Indonesia juga makin jengah dengan negara atau militer Israel.

Perhatian masyarakat Indonesia terhadap Israel memang dilatarbelakangi oleh negara Indonesia yang sebagian besar warganya beragama Muslim dan memiliki solidaritas yang tinggi terhadap negara dan perjuangan rakyat Palestina.

Sepak terjang militer Israel dari sejak tahun 1948 yang selalu menganiaya rakyat Palestina  yang sebagian besar beragama Muslim makin menjadi-jadi.

Upaya-upaya bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaan selalu kandas karena ditumpas oleh kekuatan militer Israel yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan persenjataan para pejuang Palestina.

Namun, superioritas milter Israel itu tidak membuat para pejuang Palestina gentar meskipun harus rela berkorban nyawa.

Perlawanan gigih meskipun hanya bermodalkan batu (intifada) hingga menggunakan senjata berat seperti roket terus dilancarkan hingga menimbulkan perang berkepanjangan.

Daya tahan militer Israel pun perlahan-lahan mengendur sehingga kelemahannya pun mulai terbuka. Operasi-operasi militer dan intelijen Israel juga kerap gagal sehingga menimbulkan malatapetaka dan kerugian besar.

Baik dalam Perang Yom Kippur maupun Perang Enam Hari,  militer dan intelijen Israel pernah mengalami kegagalan.

Mereka ternyata bukan pasukan yang tak terkalahkan. Banyak peluang bagi para pejuang Palestina untuk menyerang militer Israel secara  mematikan.

Salah satu serangan pejuang Palestina yang membuat militer Isreal kelabakan adalah ketika pejuang Hamas menggempur Israel menggunakan roket-roket yang sudah dimodifikasi.

Dalam pertempuran di darat para pejuang Hamas bahkan berhasil merontokkan tank-tank simbul superioritas pasukan Israel, Merkava.

Aksi para pejuang Hamas ini secara politik bahkan mampu menaikkan pamornya sebagai kelompok pejuang yang disegani militer Israel.

Akibat serangan pejuang Hamas yang tak pernah berhenti itu, militer Israel seperti mengalami frustasi.

Apalagi setiap serangan balasan militer Israel yang diancarkan secara membabi buta justru mendapat kecaman dari dunia internasional.

Karena sebagian korban yang berjatuhan akibat serangan militer Israel justru warga Palestina. Bahwa tidak perlu lagi memandang  militer dan intelijen AS dan Israel selalu superior.

Masih banyak kelemahan yang mereka miliki dan akan terus mereka alami. Sehingga seiring meningkatnya kemampuan militer negara-negara lain, militer AS tidak akan menjadi polisi dunia dan adidaya lagi.

Demikian juga militer Israel, seiring menguatnya kemampuan militer negara-negara Arab di Timur-Tengah dan kemampuan para pejuang kemerdekaan di Palestina militer Israel pasti bisa dikalahkan.

Pasalnya baik secara politik maupun militer, jika negara-negara Arab (Islam) bisa bersatu dan bersama-sama melakukan serangan secara terencana terhadap Israel, bisa dipastikan   militer Israel menjadi tidak berkutik.

Dan bukan hal yang mustahil kemerdekaan rakyat Palestina pun suatu saat  bisa terwujud. Hingga saat ini jumlah total penduduk Muslim di Timur Tengah sekitar 300 juta jiwa sedangkan warga Yahudi Israel hanya sekitar 5 juta jiwa .

Di atas kertas jika terjadi perang Arab-Israel lagi, dalam waktu singkat pasukan Israel seharusnya bisa ditaklukkan.

Sumber: intisari.grid.id

loading...
loading...