Jika Allah Maha Baik, Kenapa Dia Menciptakan Neraka? Ini Penjelasannya

by -5,748 views

Jika Allah maha baik, mengapa Dia menciptakan neraka? Mengapa tidak masuk surga saja semua? Mengapa harus ada neraka?

Kisah Nyata
Kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam Ceritanya begini, di sebuah negeri yang menjalankan syariat Islam’, kerap kali pihak pemerintah melakukan inspeksi mendadak di tempat-tempat jual beli, untuk memastikan para warga setempat menutup aurat.

Saya tidak tahu pasti berapa jumlah denda yang dikenakan jika didapati melakukan pelanggaran, tapi bagi yang didapati melanggar aturan, maka akan di peringati pada kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi aturan yang ditetapkan.

Pada umumnya dlm melakukan patroli, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak pemerintah setempat.

Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat dan ceramah, kerana hukuman dan denda semata- mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden misalnya, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005,seorang gadis yang bekerja di salah satu kios perniagaan di Pasar, didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat. Maka dia pun dikenakan denda.

Setelah surat diberikan oleh pegawai pemerintah, Ustaz ni pun memberi nasehat pada gadis tsb, “setelah ini diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan.

Peraturan ni bukan semata- mata peraturan negra, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintah-Nya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga.

Kalau durhaka tak mematuhi perintah-Nya, dan nanti tak sempat bertaubat, maka bakal mendapatkan azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mau kita mencelakakan diri masuk ke dalam neraka.”

Gadis tersebut yang semula diam,tiba- tiba membentak “KALAU TUHAN iTU BAIK, KENAPA MEMBUAT NERAKA? Kenapa tdk dibuat surge saja?seperti itukah Tuhan Maha Penyayang?”

Mungkin dari tadi dia sudah emosi lantaran tak tahan mendengar nasihat ustaz itu..sudah dikena denda denda sebab dia tak pakai jilbab.. Ustaz itupun terkejut dan berkata.

“Hmm… bisa bahaya Kalau dibiarkan, hal ini bisa merusak akidahnya.”

Setelah gadis itu selesai membentak, ustaz itu pun jawab: “Dik, kalau Tuhan tdk membuat neraka, saya tdk akan jadi ustazd pegawai pemerintah yg menceramahi orang-orang yg melanggar syariat.

Hanya berapa rupiah gaji saya sekarang. Lebih baik saya jadi bandar judi, atau sabung ayam. Hidup senang, lepas setelah mati pun tak khawatir sebab dijamin masuk syurga.

Mungkin saya sekrang akan menculik kamu dan ku jual jadi pelacur. Kalua kamu lari, saya akan membunuhmu. Sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua akan jumpa lagi di syurga. Kan Tuhan itu baik?”

Gadis itu terkejut tak menyangka seorang ustad berkata seperti itu. Ustadz itu pun menjelaskan: “Perkara seperti tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga.

Orang baik,orang jahat, semua masuk syurga. Maka apa gunanya jadi orang baik? Toh Jadi orang jahat lebih enak. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan ‘lulus’ .

Pembunuh akan berjumpa dengan orang yang dibunuhnya dalam syurga. Pemerk0sa akan bertemu lagi dengan korbannya disyurga, sebab Tuhan itu ‘baik’.

Adakah Tuhan yang seperti ini yang kita mau? Apa kamu rasa ini adil ?” tanya ustadz.

“Ah… mana adil semacam itu. Orang jahat takkan Dia lepaskan begitu saja.” Gadis itu semakin terdiam.

Ustadz tersenyum dan berkata lagi: “Bila Tuhan tidak adil, apakah bisa dianggap baik?”

Gadis tu terdiam. Ustadz mengakhiri kata-katanya: “Adik, saya membagi nasihat ini kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil.

Sebab itu neraka perlu dibuat. Untuk menghukum hamba-hamba-Nya yang durhaka, yang mendzalimi diri sendiri dan juga orang lain. saya rasa kamu sudah faham sekarang.

Kita sedang diuji di atas dunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan hak kita untuk berpakaian sesuka hati kita.

Ingatlah; semuanya dipinjamkan oleh-Nya, sebagai amanah dan ujian. Semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintah-Nya, untuk kebaikan diri kita juga.”

Sumber: Catatan islami dan kata bijak islami

Loading...
loading...
loading...