Jangan Remehkan, Inilah Bahaya Menunda Membayar Hutang

by

“Wi please banget, gue lagi butuh duit nih, nanti gue ganti bulan depan pas gajian.”

Pernah dengar kalimat mengiba kayak gini gak? Yup, gak lain gak bukan kalimat sejenis ini bakalan keluar dari mulut teman kita yang lagi butuh pinjaman duit.

Iya sih, emang penting hukumnya menjaga hubungan baik sama teman. Tapi, ada hal-hal yang harus kamu pegang loh sebagai prinsip dan etika dalam berteman masbro, mbaksis. Nah, salah satunya kalau sudah menyangkut soal pinjam-meminjam duit.

Eits ingat ya, ini bukan masalah pelit atau gak berperikemanusiaan loh. Coba deh kamu telusuri, berapa banyak sih pertemanan bahkan persahabatan jadi rusak gara-gara utang?

Banyak masbro, mbaksis! Dalam hal yang satu ini sesekali jadi peran antagonis kayak di sinetron gak apa-apa deh demi keamanan dan stabilitas keuangan kamu, setdah bahasanya! Ngutangin teman bukannya gak boleh kok, tapi sebaiknya pertimbangkan dulu deh matang-matang.

Apalagi kalau riwayat jejak berhutang dia nggak bagus. Bukan sekedar kita takut dia gak bisa bayar, tapi juga kasian kalau hidup dia terjebak dalam hutang dan kemudian (na’udzubillah) mati dalam keadaan punya hutang dimana-mana.

Saat seorang Muslim menunda membayar hutangnya, maka satu hal yang sangat penting untuk diingat adalah kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja. Sehingga jika Malaikat Maut telah datang sementara ia masih berhutang, maka akan sangat sulit untuk membayarnya.

Dalam Islam ketika seseorang meninggal dunia, maka dianjurkan bagi ahli waris untuk mengumumkan dan bertanya apakah si mayat memiliki hutang atau piutang.

Hal ini dikarenakan membayar hutang hukumnya adalah wajib. Tapi kalau ahli warisnya nggak tau si mayit ini punya hutang ke siapa aja? Wah, bahaya kalau begitu. Apa saja bahaya orang yang mati dalam keadaan berhutang?

1. Berkurang Pahalanya di Akhirat
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari Kiamat nanti) karena di sana (di Akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414)

2. Terkatung-katung Jiwanya Sampai Hutangnya Lunas
Kemudian dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa seseorang yang masih berhutang ketika ia telah meninggal maka jiwanya akan terkatung-katung sampai ada keluarganya yang melunasinya. Sebagaimana diriwayatkan bahwa,

“Jiwa seorang Mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413)

3. Menghadap Allah Dengan Status Sebagai Pencuri
Selanjutnya dijelaskan pula bahwa orang-orang yang berhutang namun ia berniat untuk tidak melunasi hutangnya tersebut, kelak di akhirat mereka akan termasuk dalam golongan pencuri. Dengan demikian ia akan mendapatkan hukuman layaknya hukuman yang akan diterima oleh para pencuri. Diriwayatkan bahwa,

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari Kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410)

4. Dosanya Tidak Terampuni Walaupun Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Jangan mudah berhutang dan jangan pula mudah menghutangi orang bila kita tahu bahwa dia akan sulit mengembalikannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397).

Maka janganlah kita membuka jalan seseorang untuk berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan memberikan hutang yang akan sulit ia lunasi.

Bila sudah terlanjur memiliki hutang, prioritaskanlah membayar hutang dibanding kepentingan apapun yang lain. Kalau sudah punya tekad kuat untuk melunasi hutang, maka Allah pasti akan memudahkan segala urusan hidup kita.

Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399)

Beruntunglah orang-orang yang bebas dari segala hutang. Sebagaimana yang disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412)

Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya. Aamiin

Sumber: curhatmuslimah.com

Loading...
loading...
loading...