Jakarta Siap-Siap, Hujan Bersamaan Laut Pasang Diprediksi 9-12 Januari

by -299 views

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan adanya potensi banjir mulai 9 Januari 2020 sampai 12 Januari 2020 akibat potensi hujan bersamaan dengan periode pasang air laut.

Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Subejo mengimbau masyarakat masyarakat tetap waspada terhadap potensi dampak bencana dari prediksi hujan sedang-lebat ini, walaupun curah hujan diprediksi tak seekstrem hujan pada awal tahun 2020 lalu.

“Agar tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti angin kencang, genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin,” ujar Subejo ketika dikonfirmasi, Rabu (8/1/2020).

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai esok dini hari hingga 10 Januari 2020, seluruh Jakarta berpotensi diguyur hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan kilat.

Sementara pada 11 Januari 2020 sampai 12 Januari 2020, curah hujan akan berkurang hingga menjadi intensitas ringan-sedang yang masih mungkin terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Masyarakat perlu mewaspadai hal ini karena pasang naik maksimum hingga 0,6 meter di Teluk Jakarta akan terjadi pada tanggal yang sama, “kondisi ini berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut,” tambah Subejo.

Maka, BPBD akan terus memonitor peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan dan meneruskan secara realtime ke aparat wilayah dan masyarakat melalui media sosial.

“Juga koordinasi dengan kelurahan rawan banjir terkait edukasi untuk masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di kali atau saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran air,” jelasnya.

BPBD akan terus bersinergi dengan jajaran Pemprov terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memantau tinggi muka air dan melaporkan ke masyarakat setiap 3 jam, serta menjamin keberfungsian 474 pompa stasioner dan 122 pompa mobile.

Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan terkait persiapan perahu karet dan bersama Dinas Sosial terkait kesiapan dapur umum.

Terkait kesiapan kantong-kantong parkir di lokasi jika ada pengungsian, BPBD akan menggandeng Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Terakhir, untuk memastikan pengangkatan sampah-sampah yang ada di bantaran kali dan di pintu-pintu air, BPBD akan terus bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“BPBD telah melakukan pemetaan di 25 lokasi kelurahan rawan banjir untuk mempersiapkan jalur evakuasi pengungsi jika ada pengungsi yang diakibatkan banjir. Kita akan memastikan keberfungsian sistem peringatan dini AWS [Automatic Weather Sensor] dan DWS [Disaster Warning System] yang dipasang di 14 lokasi kelurahan rawan banjir,” tutupnya.

Subejo mengimbau masyarakat mulai mempersiapkan cadangan makan-minum beserta obat-obatan, mengantisipasi adanya pemadaman listrik, dan mengamankan dokumen berharga dari jangkauan air.

Masyarakat bisa terus memantau akun resmi Dinas SDA dan BPBD DKI Jakarta untuk info lebih lanjut, serta melaporkan informasi banjir ke call center Jakarta Siaga 112 atau melalui tombol darurat di aplikasi Jakarta Aman.

Sumber: bisnis.com

loading...
loading...