Jadwal Puasa Arafah 10 Agustus 2019, Lihat Niat Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah Beserta Artinya

by

Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H.

Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Muhammadiyah, 1 Dzulhijjah akan jatuh pada hari Jumat, 2 Agustus 2019.

Dikutip dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2019 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 Hijriah, ijtimak jelang jelang Dzulhijjah 1440 H terjadi pada hari Kamis Pon, 1 Agustus 2019 M pukul 10:14:35 WIB.

Sementara itu, tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta menunjukkan hilal sudah wujud.

Kemenag juga telah menetapkan Idul Adha jatuh pada Minggu (11/8/2019).

Hal ini berdasar sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dalam sidang isbat ini, ditetapkan 1 Dzulhijjah 1440H jatuh pada Jumat (2/8/2019).

Menjelang Hari Raya Idul Adha di bulan Dzulhijjah, banyak amalan-amalan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW termasuk berpuasa.

Puasa menjelas Hari Raya Idul Adha dilakukan untuk mendapat keberkahan bulan Dzulhijjah.

Terlebih lagi, bulan Dzulhijjah menjadi satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Mereka yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci untuk menyempurnakan rukun Islam.

Sementara bagi yang tidak melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk mendirikan amalan-amalan sunah.

Mengutip dari zakat.or.id, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah menjadi hari yang paling istimewa untuk memperbanyak amalan.

Hal ini sesuai dengan hadist riwayat Ibnu Abbas dalam Sunan At- Tirmidzi berikut ini.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

“Rasulullah SAW berkata: Tak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR. At- Tirmidzi)

Tiga hari yang paling istimewa dalam bulan Dzulhijjah yakni pada tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah.

Tanggal 8 Dzulhijjah disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah disebut dengan yaumul ‘arafah, dan tanggal 10 Dzulhijjah disebut dengan yaumun nahr.

Keistimewaan ini menjadikan tujuh hari sebelum di bulan Dzulhijjah dianjurkan untuk puasa.

Masih mengutip dari sumber yang sama, Ibnu Abbas mencatat bahwa sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.

Umat muslim di Indonesia mungkin kebanyakan menunaikan puasa sunah dua hari menjelang Idul Adha atau yang biasa dikenal dengan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang disunahkan sebelum Idul Adha yakni tanggal 8 Dzulhijjah.

Mengutip dari zakat.or.id, berikut ini niat Puasa Tarwiyah.

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:
“Saya niat berpuasa sunah tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Sementara itu, Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilakukan tepat pada hari arafah yakni tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa ini menjadi puasa yang paling dianjurkan. Dalam kitab Sahih Muslim keutamaan puasa arafah diriwayatkan oleh Abu Qatadah dari Rasulullah SAW.

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

“Puasa di hari arafah dapat menghapusakan dosa dua tahun yang telah lewat dan akan datang, dan puasa asyura (10 Muharram) mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Berikut ini niat Puasa Arafah dikutip dari zakat.or.id.

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:
“Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.”

Mengacu pada keputusan Ormas Muhammadiyah, maka tanggal 8 Dzulhijjah atau Puasa Tarwiyah dapat dilakukan pada Jumat, 9 Agustus 2019.

Sementara Puasa Arafah dapat dilakukan pada Sabtu, 10 Agustus 2019.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...