Israel Robohkan Rumah Keluarga Palestina, Hanya Karena Tuduhan Serang Gadis Yahudi

by -1,968 views

Tentara Israel merobohkan rumah warga Palestina yang dituduh berada di belakang ledakan mematikan di Tepi Barat tahun lalu.

Israel mengatakan Qassem Barghouti yang berusia 22 tahun melakukan serangan pada Agustus 2019, gadis Yahudi tewas, Rina Shnerb (17 ).

Serangan itu  juga melukai ayah dan saudara lelakinya ketika sedang mendaki di mata air Tepi Barat, dekat pemukiman Yahudi, Dolev.

Saat akan dibongkar rumah keluarga itu di Qassem, Desa Kobar, dekat Ramallah, puluhan warga Palestina melakukan aksi protes.

Mereka membakar ban dan melemparkan batu dan bom molotov ke pasukan Israel.

Saksi mata mengatakan beberapa warga Palestina terluka, termasuk satu yang dikatakan Bulan Sabit Merah dipukul kepalanya dengan tabung gas.

Israel beralasan menghancurkan rumah keluarga yang diduga militan itu untuk mencegah kekerasan terhadap warga Israel.

Dilansir AFP, Senin (11/5/2020), para pengkritik mengatakan taktik itu sama dengan hukuman kolektif atau bagi seluruh warga Palestina.

Pembongkaran dilakukan setelah pengadilan tinggi Israel menolak petisi keluarga tersebut terhadap perintah tersebut.

Pemboman semacam itu, ciri khas pemberontakan Palestina tahun 2000-2005, jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pihak berwenang menyalahkan serangan terhadap Front Rakyat Pembebasan Palestina, atau PFLP, sebuah partai politik kiri yang memiliki sayap bersenjata.

Israel, AS, dan Uni Eropa menganggapnya sebagai kelompok teroris karena serangan besar-besaran terjadi beberapa dekade lalu.

Termasuk pembajakan pesawat dan pembunuhan seorang menteri Kabinet Israel pada tahun 2001.

Badan kontra spionase Israel, Shin Bet dituduh menyiksa beberapa dari mereka yang ditangkap sehubungan dengan serangan pesawat itu.

Pengacara Barshouti mengatakan kliennya digigit di kemaluannya oleh anjing keamanan Israel ketika menggerebek rumahnya untuk menangkapnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...