Ini Sosok yang Berani Ungkap Penyekapan Gadis di Celah Bebatuan Selama 15 Tahun Oleh Dukun Jago

by

Pemeriksaan terhadap tersangka Jago (83) terkait penyekapan gadis Hasni yang ditemukan di celah batu setelah menghilang 15 tahun terus dilakukan Kepolisian Resor Tolitoli, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Saat ini, sudah ada lima orang yang diinterogasi terkait kasus dukun Jago. Lima orang yang diinterogasi adalah istri Jago, Ratni (60); anak laki-laki Jago, Unding (40) dan istri Unding, Devi (40), serta; dua lainnya, yakni ayah dan saudara Hasni.

Dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik Polres Tolitoli, kronologi kasus ini mulai terkuak. Devi yang tak lain adalah istri Unding ini melaporkan kasus yang menimpa adiknya, Hasni ke Polsek Dakopemean pada Minggu (5/8/2018) lalu.

Devi berani melaporkan kasus yang belasan tahun disembunyikan ini bukan tanpa alasan.

Kapolres Tolitoli Muhammad Iqbal Al Qudusy menjelaskan, kasus ini mulai terbongkar karena adanya konflik keluarga Jago.

Dukun Jago berencana menurunkan ilmunya kepada Unding. Namun Devi, sebagai istri Unding, tidak menyetujui niat mertuanya itu.

“Dan, akhirnya dia melaporkan ke polisi hingga akhirnya kasus ini mencuat,” kata Kapolres Iqbal yang dibuhungi Kompas.com, Rabu (8/8/2018).

Soal apa yang dilakukan Jago terhadap Hasni, Devi tidak mengetahui banyak. Devi hanya tahu bahwa adiknya, Hasni berada di bawah kendali kakek Jago.

Menurut Kapolres, mengapa hal ini baru terungkap setelah 15 tahun, hal itu lantaran dukun Jago selalu mengancam akan membunuh Devi dan suaminya jika perbuatan tersangka selama ini bocor.

“Mereka takut dan tidak bisa melawan apa perintah bapaknya, karena setiap hari dukun Jago ini kesurupan,” ujar Kapolres.

Namun, menurutnya, dalam kasus ini polisi akan menjerat tersangka dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Disembunyikan 15 Tahun
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan bernama Hasni (28) ditemukan selamat setelah dikabarkan hilang pada 2003 silam atau setelah 15 tahun.

Hasni ditemukan di celah bebatuan besar di atas gunung oleh anggota Polsek Dakopamean Polres Tolitoli, di Desa Bajungan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Minggu (5/8/2018).

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy mengatakan, korban Hasni dapat ditemukan berdasarkan keterangan dari keluarga korban.

Sayangnya, saat ditemukan Hasni dalam kondisi linglung dan saat ini mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Tolitoli.

Karena linglung, Hasni minta dikembalikan ke celah bebatuan tempatnya selama ini disembunyikan.

Sementara itu, pelaku penyekapan, yakni Jago (83), sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Jago telah mengakui memperdaya Hasni dengan akal-akalan bahwa ada jin bernama Amrin yang menyukainya. Dengan akal-akalan itu Jago menjadikan Hasni sebagai budak se*ks.

Dalam penangkapan Jago, polisi mengamankan beberapa barang bukti dari sela-sela batu tempat Hasni disembunyikan.

Barang bukti tersebut yakni peralatan tidur, papan, bantal dari karung, parang, sesajen, dan tengkorak. Temuan tengkorak tersebut tengah didalami kepolisian apakah tengkorak manusia atau hewan.

Atas tindakannya, pelaku Jago dijerat pasal berlapis UU No 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Saat ini kepolisian tengah mencarikan ustaz untuk melakukan rukiah terhadap Hasni.

Sumber: kompas.com

Loading...
loading...
loading...