Ini Siksa Kubur Bagi yang Tidak Membasuh Air Seni Dengan Bersih

by

Jika tidak membasuh air seni dengan bersih pada kemaluan atau yang terciprat ke baju dan bagian tubuh lain, lalu ia melakukan ibadah dengan keadaan demikian maka ibadah tidak sah.

Sebab ia tidak suci dari hadas kecil dengan sempurna.

Rasulullah memerintahkan umatnya agar tidak meremehkan hal ini. Sebab orang yang tidak bisa menjaga kesuciannya akibar tidak membasuh air seni dengan sempurna, maka siksa kubur dan api nerakalah ancamannya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ . ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ، ثُمَّ غَرَزَ فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً . فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw melewati dua kuburan seraya bersabda, “Kedua penghuni kubur ini sungguh sedang diadzab dalam kuburnya. Dan mereka tidak di adzab karena perkara besar. Adapun seorang di antara satunya tidak menghalangi percikan kencingnya mengenai dirinya. Sedang yang satunya, adalah mengadu domba (menebar permusuhan) di kalangan manusia.” Kemudian Rasulullah mengambil sebatang kurma lalu mematahkannya menjadi dua bagian kemudian menancapkan satu di tiap kuburan. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau melakukan ini?” Rasulullah menjawab, “Mudah-mudahan meringankan siksa bagi keduanya selama batang itu tidak kering.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari, bahwa selain redaksi la yastatir (menghalangi diri) terdapat dua redaksi lainnya yang digunakan dalam riwayat ini yaitu la yastabri-u (melindungi diri) dalam hadis riwayat Ibn ‘Asakir dan la yastanzih (menjaga diri) dalam riwayat hadis Muslim dan Abu Daud.

Ketiganya bermaksud sama yaitu tidak melindungi diri dari cipratan air seni, baik menghalanginya dengan sesuatu atau dengan melakukan bersuci dengan benar.

Jika tidak berhati-hati, terkadang tampilas air seni memang sulit dihindari. Maka dari itu, perhatikanlah caramu ketika buang air kecil dan saat bersuci darinya. Wallahu’alam.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...