Ini Hukum Mengganti Sholat Jum’at Dengan Sholat Dzuhur

by -2,825 views

Virus Corona (COVID-19) diketahui masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020.

Setelah itu semua pihak diimbau melakukan upaya pencegahan penularan, contohnya melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum seperti masjid dan lain-lain.

Selain itu Muslim yang flu atau mengidap penyakit menular lainnya diimbau tidak salat berjamaah termasuk salat Jumat di masjid.

Sebagai gantinya dipersilakan melaksanakan salat dzuhur.

Lalu bagaimana hukum mengganti shalat Jum’at dengan salat dzuhur?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, hukum salat Jumat adalah wajib.

Kecuali bagi hamba sahaya, wanita, anak laki-laki maupun perempuan yang belum baligh, orang sakit, dan musafir.

Bagi yang diwajibkan salat Jumat, boleh mengganti dengan Salat Dzuhur asalkan punya alasan yang tepat sesuai syariat.

Misalnya untuk mencegah penyebaran virus corona maka laki-laki balig boleh menggantinya dengan salat dzhur di rumah.

“Tujuan terbesar syariat Islam adalah melindungi kemaslahatan umat serta melindungi dari marabahaya khususnya mengancam nyawa, seperti dari virus corona,” ujar Ainul saat dihubungi Okezone pada Selasa (17/3/2020).

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 195:

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Baqoroh: 195)

Meski hukum shalat Jumat adalah fardhu a’in atau wajib bagi laki-laki balig, namun jika ada sesuatu yang mengakibatkan kerusakan maka dibolehkan salat dzhur saja karena kondisinya darurat. Hukum yang demikian ini adalah untuk meringankan umat Islam.

Sumber: okezone.com

loading...
loading...