Ini 3 Jenis Noda yang Mengotori Hati Kita

by

Hati adalah cermin bagi manusia atas perbuatan-perbuatan yang ia lakukan. Karenanya jangan melakukan perbuatan yang dapat mengotori hati.

Karena itu Nabi Muhammad dalam sebuah hadis, yang Imam Nawawi masukkan dalam kumpulan hadis Arbain-nya, pernah bersabda bahwa perbuatan buruk adalah yang membuat hati ragu dan kita tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya.

Maka setiap kali selesai melaksanakan sesuatu tanyalah hati kalian apakah hati merasa tentram atau malah bimbang dan ragu?

Tidak heran jika Ibnu Athaillah  dalam al-hikam mengibaratkan hati ibarat cermin

كيف يشرف قلب، صور الأكوان منطبقة في مرآته
أم كيف يرحل إلى الله وهو مكبل بشهواته
أم كيف يطمع أن يدخل حضرة الله وهو لم يتطهر من جنابة غفلانهه

Bagaimana bisa hati dapat bersinar, sedangkan gambar-gambar material masih menutupi cermin hati?
Atau bagaimana bisa hati dapat mengadakan perjalanan menuju Allah, sedangkan hati terikat oleh nafsu syahwatnya?
Atau bagaimana bisa hati berharap dapat memasuki hadirat Allah sedangkan hati tidak dibersihkan dari kelalaian?

Maka agar hati bersinar maka ia harus jernih dan bersih dari noda-noda perbuatan buruk.

Berdasarkan uraian di atas, Ibnu Athaillah menyebutkan ada tiga jenis noda yang dapat membuat hari kotor, di antaranya; gambaran material, nafsu syahwat dan kelalaian.

Pertama, gambaran material. Ia bisa berwujud dalam banyak hal seperti barang, benda, sesuatu atau seseorang yang kita sayang dan kita inginkan yang tertancap dalam hati sehingga dapat memalingkan seseorang dalam mengingat Allah Swt.

Kedua, nafsu syahwat. Sejatinya, Islam tidak melarang keinginan nafsu dalam diri manusia sebab hal tersebut adalah karakteristik alami setiap insan.

Hanya saja Islam mengatur setiap nafsu atau keinginan dalam diri setiap manusia agar dilakukan sesuai dengan ajaran syariat.

Sebab keinginan nafsu yang tidak diatur dapat menutup hati.

Ketiga, kelalaian. Setiap muslim seharusnya mampu mencurahkan waktunya untuk berzikir dan mengingat Allah SWT.

Apalagi zikir adalah ibadah yang tidak terpaut waktu bisa dilakukan kapan saja. Karena itu kelalaian dan mengabaikan zikir kepada Allah merupakan perbuatan yang perlu kita mohonkan ampun kepada Allah Swt.

Wallahu’alam.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...