Idap Banyak Penyakit Ganas, Pemeran Pria di Video Vina Garut Meninggal Dunia

by -17,445 views

Seorang pelaku di video Vina Garut, Rayya (A) meninggal dunia pada Sabtu (7/9/2019) dini hari.

Meninggalnya salah satu tersangka dalam kasus video Vina Garut itu telah dikonfirmasi oleh pengacara Rayya, Soni Sanjaya.

Rayya meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB.

“Iya, betul meninggal dunia. Jam 03.00 dikabarkan meninggal,” ucap Soni Sanjaya, dikutip TribunStyle.com dari TribunJabar, Sabtu (7/9/2019).

Sebelumnya, Soni Sanjaya mengatakan kalau kesehatan Rayya terus memburuk, mulai dari kesulitan bergerak hingga duduk.

Soni mengatakan kalau kliennya itu sudah kembali ke rumah setelah empat hari dirawat.

Pihak rumah sakit kebingungan karena tidak mempunyai ruangan khusus untuk menangani penyakit Rayya.

Meninggalnya tersangka video Vina Garut itu juga diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng melalui Kanit PPA, Aiptu Cecep Wawan Rustandi.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Rayya.

“Kami baru dapat informasi saja kalau dia meninggal dunia tadi subuh,” ujarnya.

Diungkapkan Cecep, ia mendapat informasi tersebut dari ketua RT tempat Rayya tinggal.

Sebelum meninggal dunia, ia sempat menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut selama empat hari.

Ia menjalani perawatan penyakit stroke dan penyakit lainnya.

Sebelum dirujuk ke RSUD dr Slamet, Rayya juga sempat menjalani perawatan di RS Guntur.

Ia pun menempati ruangan isolasi karena menjadi pasien yang memiliki penyakit khusus.

Tetangga Rayya, Cicih (50) mengatakan kalau kondisi pemeran video Vina Garut itu mulai memburuk sejak bulan Juli.

Ia mengalami stroke dan anggota badan tidak bisa digerakkan.

“Sebelumnya masih biasa. Juli kemarin baru agak parah. Agustus malah ramai banyak orang ke rumahnya,” ujarnya, Sabtu (7/9/2019).

Jenazah Rayya akan dikebumikan di dekat rumahnya, di Kawasan Ciroyom, Kecamatan Tarogong Kaler.

Rayya diketahui merupakan tersangka sekaligus pemeran video Vina Garut.

Ia juga merupakan mantan suami V, pemeran wanita di video asusila tersebut.

Video Vina Garut sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, Rayya tidak ditahan lantaran menderita sejumlah penyakit.

Mulanya ia diketahui menderita stroke, namun setelah diperiksa polisi, terungkap pula Rayya memiliki kelainan seksual.

Diwartakan TribunJabar, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan, ada perilaku seks menyimpang dari Rayya.

Belakangan diketahui bahwa Rayya ternyata seorang biseksual.

Tidak hanya itu, saat dilakukan tes kesehatan, Rayya rupanya mengidap penyakit ganas yang mematikan.

Virus tersebut menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuhnya. Hal itulah yang membuat Rayya harus bolak-balik ke rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, video adegan panas Vina Garut sempat viral di media sosial.

Video adegan panas yang kemudian disebut ‘Vina Garut’ itu beredar di media sosial hingga menjadi perbincangan di masyarakat.

Setelah viralnya video Vina Garut, polisi pun langsung mengamankan sejumlah tersangka yang menjadi pemerannya.

Tersangka yang diamankan polisi termasuk wanita berinisial V yang menjadi wanita satu-satunya dalam video tersebut.

Kepada polisi, V mengaku tidak terlalu ingat persis kapan pertama kali melakukan hubungan suami istri beramai-ramai.

Ia hanya mengingat di tahun 2017 atau 2018 aksi pertamanya itu dilakukan.

Tersangka V mengaku saat itu diminta suaminya, yang saat ini menjadi mantan suami, tersangka A untuk melakukan adegan ranjang dengan beberapa pria secara bersamaan.

Ia sadar jika saat melakukan hubungan direkam oleh suaminya sendiri.

Namun ia tak mengira video itu disebar luaskan dan akhirnya dikenal dengan nama video Vina Garut.

Selama ini, video tersebut disimpan oleh mantan suaminya, A. Vina menuruti permintaan sang suami untuk menjaga kebutuhan rumah tangga.

V menyebut tidak mengenal pria yang berada dalam video Vina Garut.

Ia mengaku, bertemu semua lelaki itu di sebuah hotel yang sudah disiapkan oleh suaminya.

Seingatnya, ia pernah tiga kali berhubungan dengan lebih dari dua pria.

Dua kali dilakukannya di sebuah hotel di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, sedangkan satu lagi dilakukan di sebuah tempat kos di Wanaraja.

V juga mendapat bayaran sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu untuk sekali melakukan adegan itu.

Kendati demikian, pengakuan V sempat dibantah oleh mantan suaminya, A.

A alias Rayya melalui kuasa hukumnya menyebut tidak ada pemaksaan, V justru menikmatinya. Ia menyebut pengakuan V itu hanya sebuah alibi saja.

Sumber: tribunnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.