Ibu Muda Tega Bunuh Anaknya Berusia 2 Tahun, Kesal Pipis di Kasur, Ketahuan Saat Menguburkan

by -3,408 views

Ibu muda tega bunuh anaknya yang berusia 2 tahun karena kesal pipis di kasur.

Akhirnya ketahuan saat menguburkan karena terlihat oleh anggota POM TNI AU yang sedang patroli

Seorang ibu muda di Kota Kupang, Andriana Lulu Djami alias Ina (33) tega membunuh bayi kandungnya yang baru berumur 2 tahun.

Ibu muda yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di Jln TPU Kampung Ukitao RT 42 RW 02 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia tega membunuh anak perempuannya lantaran masalah sepele.

Pelaku merasa jengkel dengan anaknya bernama Domini Quin (2) yang kencing di kasur di kamar tidur mereka.

Fakta lainnya, ternyata sang ibu saat ini sementara berbadan dua. Pelaku saat ini tengah mengandung dengan usia kandungan sekitar 5 bulan.

Pelaku yang hamil ini dibenarkan suami pelaku, Suhendi alias Hendi (39).

“Ia dia (tengah) hamil anak ketiga kami. Yang menjadi korban anak pertama kami,” katanya saat ditemui di Mapolres Kupang Kota, Kamis (2/1/2020).

Sebelumnya diberitakan, pelaku diamankan anggota TNI AU Kupang, Rabu (1/1/2020) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Ina diamankan saat pelaku hendak mengubur jenazah korban di dekat Bandara El Tari Jln Adi Sucipto, sekitar 50 meter dari bundaran arah menuju bandara El Tari Penfui Kupang.

Korban dan pelaku pertama kali ditemukan oleh Serda Helman, anggota TNI-AU yang juga tinggal di Asrama TNI-AU Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 22.15 Wita, Anggota POM AU Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan melaksanakan patroli.

Mereka menggunakan mobil Patroli 5357-03 ke arah Bandara El Tari Jalan Adi Sucipto Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang sekitar 50 meter dari bundaran arah menuju bandara.

Unit patroli pom AU yang melintas melihat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DH 3360 BU.

Pratu Bayu dan Prada Kurniawan mengecek motor tersebut dan berusaha mencari pemilik motor.

Setelah dilakukan pengecekan di sekitar lokasi anggota POM AU menemukan pelaku dan mayat bayi perempuan yang sudah tergeletak di tanah dengan mengenakan pakaian bayi.

Setelah itu anggota TNI AU bersama rekannya membawa pelaku ke Pos POM TNI AU Kelurahan Penfui.

Kemudian menghubungi pihak Kepolisian Polres Kupang Kota. Saat diinterogasi, pelaku menjelaskan bahwa berawal saat korban kencing di kasur.

Pelaku marah dan membenturkan kepala korban secara berulang-ulang di tembok sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala.

Pascakejadian ini, kondisi korban panas dan pelaku sempat memberikan obat. Namun korban panas tinggi dan mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 Wita, karena pelaku panik dengan kondisi korban.

Pelaku memberikan bantuan nafas buatan, namun korban tidak tertolong dan korban meninggal.

Pelaku yang panik kemudian menghubungi suaminya, Suhendi alias Hendi (39) yang selama ini tinggal di kompleks Lanudal Penfui Kupang.

Pelaku mengabarkan kalau korban sudah meninggal.

Pelaku dan Suhendi sendiri hanya menikah siri pada bulan Oktober 2016 yang lalu dan pelaku merupakan istri kedua.

Sekitar pukul 18.00 Wita, Suhendi datang ke tempat kost pelaku untuk melihat kondisi korban.

Karena kondisi korban sudah meninggal dunia. Suhendi pun menyolati korban dan selanjutnya kembali ke rumah tempat kerjanya.

Sekitar pukul 21.00 wita pelaku ke lokasi kejadian dan menggali tanah menggunakan besi dan alat penggorengan dengan kedalaman sekitar 20 centi meter.

Selesai menggali tanah, pelaku kembali ke kos/rumah.

Sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku membawa korban dengan cara menggendong di bagian depan dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat ke tempat kejadian.

Saat itu lah ia ditemukan anggota TNI AU dan langsung mengamankan pelaku dan diserahkan ke Polres Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha, SH dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan kasus tersebut.

Dijelaskannya, saat menerima laporan kejadian tersebut, ia langsung memimpin olah tempat kejadian perkara.

“Kita amankan pelaku dan kita periksa sejumlah saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Jenasah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan visum.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...