Ibu di Indramayu Tinggalkan 2 Anak Kandungnya, Dibiarkan Kelaparan, Si Ibu Hidup Sama Pria Idaman

by

Keluarga kakak beradik yang ditelantarkan ibu kandungnya masih mengharapkan sang ibu pulang ke rumah.

Diketahui, keempat kakak beradik itu kini tinggal rumah gubuk yang berlokasi di Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Mereka tinggal berempat dengan kondisi serba kekurangan. Bahkan dua di antara kakak beradik itu, yakni Refi (14) dan Pian (7) kondisinya sangat memprihatikan.

Kedua bocah itu mengalami Gizi buruk dan psikologinya sedikit gangguan.

Kakak pertama, Nur Wenda (23) mengatakan, tidak mempermasalahkan kepergian ibunya itu meski tanpa alasan.

Dirinya juga tidak menghiraukan kabar yang mengatakan ibunya tersebut pergi meninggalkan mereka demi hidup bersama laki-laki lain.

“Kalau kehilangan pasti, misal pulang pasti kami juga menerima,” ujar dia.

Dirinya menceritakan, yang paling terpukul dengan kepergian ibunya itu adalah Refi.

Sejak ditinggal ibu ia yang tidak bisa berbicara hanya bisa tertawa seharian.

Dari mulutnya hanya kata “mah” saja yang dapat keluar.

Dikisahkan dia, pada satu tahun yang lalu ibunya pergi meninggalkan mereka saat tengah malam.

“Dulu bilangnya mau beli sabun ke warung, tapi tidak kembali lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu rencananya akan membawa Refi dan Pian untuk mendapat rehabilitasi di panti sosial.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kabupaten Indramayu, Aam Aminah mengatakan, mereka akan di bawa ke Panti Sosial Rehabilitasi Anak membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK) yang berlokasi di Pagaden Kabupaten Subang.

“Supaya anak itu terawat, mendapat pendidikan yang layak dan juga kesehatan,” ujar dia.

Dijelaskan Aam Aminah, Refi dan Pian akan mendapat perawatan intensif oleh pihak panti asuhan.

Dalam hal ini pemerintah akan menjamin seluruh biaya yang diperlukan Refi dan Pian termasuk biaya pengobatan dan pendidikan selama mereka di sana.

Hal tersebut disampaikan Aam Aminah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga negara yang membutuhkan.

“Insya Allah hari Rabu besok kita bawa ke panti setelah tadi pihak keluarga diberi pengertian,” ujar dia.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...