Ibu Bocah Korban Bully Ungkap Hal Aneh Sebelum Anaknya Meninggal, Ditolak Sejumlah Rumah Sakit

by

Ibu dari anak korban pem-bully-an, Sri Ani Lestari (38) mengungkap kondisi Fatir Ahmad sebelum meninggal dunia.

Ani mengungkapkan, anaknya meninggal diduga akibat tendangan dan pukul dari teman sepermainan Fatir Ahmad yang berinisial I.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Jabar pada Selasa (10/9/2019), sehari setelah anaknya mendapat pukulan, terdapat hal aneh yang dialami anaknya.

Fatir sempat muntah-muntah. Kemudian, Ani memberikan obat pereda masuk angin dan minyak kayu putih pada anaknya.

Pada hari kedua, Fatir justru tak bisa menggerakan ketiaknya. Terdapat tiga benjolan di ketiak bocah enam tahun tersebut.

“Saya langsung oleskan freshcare untuk menghilangkan benjolan tersebut,” kata Ani saat ditemui TribunCirebon.com di kediamannya di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Senin (9/9/2019).

Pada hari ketiga, rahang Fatir mengalami pembengkakan. Kemudian, Ani memanggil tukang urut untuk merawat anaknya.

“Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkakkan juga di rahangnya, saya juga sempat manggil tukang urut,” jelasnya.

Namun pada pukul 02.00 WIB, Fatir malah kejang-kejang.

“Namun di tengah malam pukul 02.00 WIB, anak saya makin parah dengan kondisi kejang-kejang,” lanjut Ani.

Melihat kondisi anaknya yang semakin parah, Ani beserta suaminya kemudian langsung membawa Fatir ke tempat spesialis syaraf.

Namun, tempat tersebut justru menolak merawat Fatir.

Lagi-lagi penolakan terjadi saat Ani membawa Fatir ke Rumah Sakit Bekasi.

Hingga kemudian Fatir dirawat di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Ya sudah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur,” sambung Ani.

Ani juga membeberkan bahwa Rumah Sakit Polri tempat Fatir dirawat mengira bahwa anak tersebut menderita tetanus.

Kendati demikian, tidak ada bekas luka yang ada di tubuh Fatir.

Namun setelah dirontgen, tiga dokter tidak mengetahui penyakit yang diderita Fatir.

“Prediksi awal anak saya mengidap penyakit tetanus, tapi ketika diperiksa tidak ada luka atau goresan di tubuh anak saya. Maka langsung lakukanlah rontgen.”

“Tapi 3 dokter tidak mengetahui penyakit apa yang diderita anak saya, soalnya anak saya kejang kayak tetanus tapi tidak ada luka di tubuhnya,” jelas Ani.

Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, penyakit yang dialami Fatir berasal dari rahang.

Lidah Fatir sudah tergigit hingga kondisinya kritis.

“Setelah diketahui dan anak saya dalam kondisi kritis, saat mau pakai selang untuk paru-paru anak saya sudah tidak ada,” tutur Ani.

Namun sayang, nyawa Fatir tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (30/9/2019) pada pukul 00.00 WIB.

Diduga Fatir mendapat perundungan dengan cara dipukul dan ditendang temannya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...