Hukum Berdzikir Dengan Kalimat Dzikir Ciptaan Sendiri

by

Pada umumnya, kita berzikir kepada Allah dengan kalimat dzikir yang sudah ada di dalam Al-Quran, hadis-hadis Nabi Saw, dan zikir yang dibuat oleh para ulama. Jarang kita berzikir dengan kalimat zikir yang kita ciptakan sendiri.

Namun bagaimana hukumnya andaikan kita berzikir dengan kalimat zikir ciptaan kita sendiri, apakah boleh?

Berzikir dengan kalimat zikir ciptaan sendiri hukumnya boleh, selama zikir tersebut mengandung pujian kepada Allah.

Tidak ada larangan dalam Islam untuk berzikir dengan kalimat zikir ciptaan sendiri.

Di zaman Nabi Saw, banyak sahabat yang berzikir dengan kalimat zikir yang mereka buat sendiri, bukan diajarkan oleh Nabi Saw atau ada dalam Al-Quran.

Ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik, dia berkata;

دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَرَجُلٌ قَدْ صَلَّى وَهُوَ يَدْعُو وَيَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ بِمَ دَعَا اللَّهَ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

Nabi Saw memasuki masjid dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat dan berdoa dengan mengucapkan; (Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan). Kemudian Nabi Saw berkata; ‘Tahukah kalian, dengan apakah orang tersebut berdoa kepada Allah? Ia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai doa dengan nama itu, maka Dia akan mengabulkannya, dan apabila dimintai dengannya, maka Dia akan memberi.

Dalam hadis riwayat Imam Nasai juga disebutkan sebagai berikut;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِنَا إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ وَقَدْ حَفَزَهُ النَّفَسُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ أَيُّكُمْ الَّذِي تَكَلَّمَ بِكَلِمَاتٍ فَأَرَمَّ الْقَوْمُ قَالَ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ بَأْسًا قَالَ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِي النَّفَسُ فَقُلْتُهَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا

Rasulullah Saw shalat bersama kami, tiba-tiba ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid, dan nafasnya masih tersengal-sengal, kemudian ia mengucapkan; (Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak serta pujian yang diberkahi). Setelah Rasulullah Saw selesai shalat, beliau berkata; ‘Siapa di antara kalian yang mengucapkan kalimat tersebut? ‘ Orang-orang terdiam, lantas Rasulullah Saw berkata lagi; ‘Orang yang mengucapkan kalimat tadi tidak mengucapkan hal yang salah’. Lelaki tersebut lalu berkata. ‘Aku wahai Rasulullah Saw. Aku datang dalam keadaan nafasku yang tersengal-sengal, lalu aku mengucapkannya’. Kemudian beliau bersabda; ‘Aku melihat dua belas malaikat berebut untuk mengangkat kalimat tersebut.’

Dua hadis ini menjadi dalil bahwa berzikir dengan kalimat yang diciptakan sendiri hukumnya boleh.

Begitu juga boleh berdoa dengan kalimat yang diciptakan sendiri, bukan dari Al-Quran maupun yang telah diajarkan oleh Nabi Saw.

Bahkan dari dua riwayat tersebut justru Nabi Saw. kerapkali mengapresiasi redaksi zikir yang seseorang buat selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Saw.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...