Hikmah Dibalik Mencium Kening Istri dan Mencium Tangan Suami

by

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita semua untuk tidak meremehkan suatu kebaikan walau sekadar menghadapi teman dengan muka yang manis. Apalagi membahagiakan suami dan istri.

Sebagai insan beriman, tentu apa yang kita lakukan adalah untuk menyemai iman dalam rumah tangga dan memelihara benih-benih cinta antara suami dan istri.

Dan semua itu didasari pada nash-nash yang sahih demi meneladani sunnah-sunnah dari Rasulullaah meraih amal shalih mereguk keberkahan. Beliau pernah berpesan bahwa sebaik-baik kamu adalah yang paling lembut kepada istrimu.

Nah terkait memelihara benih – benih cinta antara suami dan istri, hal kecil dirumah tangga yang bisa dilakukan oleh suami adalah dengan mencium kening istri.

Kenapa Mencium Kening Istri?
Kening perempuan dipercaya sebagai sumber ketenangan dan semangat bagi suami, karena kening adalah saksi dari ketaatan makhluk kepada Al-Khaliq.

Kening juga sebagai alat perantara tunduk makhluk pada sang Penciptanya. Keninglah yang menjadi sarana bersujud merendahkan diri hamba, padahal kening adalah bagian tubuh kita yang paling tinggi.

Lantas Apa Hikmah Dibalik Istri yang Mencium Tangan Suaminya?
Perempuan mencium tangan suami bukan semata menempelkan hidungnya, sebagai Ta’dzhiem (penghormatan istri terhadap suami).

Namun ada doa yang ia panjatkan di tangan suami, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk orang – orang yang dicintai dan disayanginya dengan mencari nafkah.

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang memohon pada Allah Ta’ala agar menjaga tangan suaminya dari hal – hal yang dibenci oleh-Nya.

Melalui ciuman tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Allah menjaga tangan suaminya untuk menjaga kasih sayangnya dan tak mengambil dan membawa pulang kerumah yang bukan haknya.

Jika berjabat tangan saja kepada sesama muslim, mendapat keutamaan seperti hadits dibawah ini, bagaimana lagi dengan keutamaan Hubungan suami istri yang mengharap keridho’an Ilahi?

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah”. (HR. at-Tirmidzi no. 2727).

Wallahu A’laam bis shawab.

Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Dan untuk yang masih jomblo, mudah mudahan disegerakan untuk melangsungkan pernikahan.. 🙂

Inspirasi dari al-Habib Quraisy Baharun dengan sedikit penambahan prolog

Sumber: addictions234.blogspot.co.id

Loading...
loading...
loading...