Heboh, Guru di Bali Kirim Video Mesum di Grup WA Kelas Saat Belajar Daring, Akui Salah Pencet

by -720 views

Seorang guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali membuat heboh wali murid.

Pasalnya, saat pembelajaran daring guru SD itu diduga salah pencet mengirimkan sebuah video mesum ke grup WhatsApp kelas.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (12/10/2020) mengatakan, kejadian itu sudah sepekan lalu.

Kejadian itu bermula saat murid-murid kelas tiga mengikuti proses belajar daring dalam situasi pandemi.

Pada saat pelajaran berlangsung lewat grup WA, murid-murid tiba-tiba menerima kiriman video dari gurunya.

Begitu dibuka, video itu berkonten pornografi. Atas peristiwa tersebut, guru tersebut telah dipanggil dan dipertemukan dengan orangtua murid.

Sulhadi mengatakan, guru tersebut mengaku tidak sengaja dan telah meminta maaf.

“Motifnya salah pencet dan tak sengaja. Sudah minta maaf ke orangtua,” kata Sulhadi.

Sulhadi mengatakan, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nengah Sukarta mengatakan, telah memanggil guru tersebut.

Karena ketidaksengajaan, guru itu disanksi berupa pembinaan.

Dikutip dari Tribun-Bali.com, dari keterangannya, guru tersebut memang tak sengaja mengirim video asusila di grup kelas 3 SD yang diampunya.

Guru itu sebelumnya mendapatkan kiriman video asusila dari grup WhatsApp lainnya.

Di saat yang bersamaan guru tersebut tengah membuat video materi melukis.

Setelah video melukis selesai dibuat, sang guru berniat mengirimkannya ke grup WhatsApp siswa.

Namun, secara tak sengaja guru tersebut justru salah memilih video asusila yang dikirim.

Guru itu berencana menghapus video tersebut namun tak mengetahui caranya. Setelah dua jam akhirnya video tak bisa lagi dihapus.

Orangtua siswa yang melihatnya kemudian melakukan protes ke pihak sekolah.

“Begitu salah kirim harusnya dihapus. Tapi, dia tak bisa menghapus. Karena sudah dua jam tak bisa dihapus. Ini murni ketidaksengajaan. Bisa jadi gaptek,” kata dia.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...