Hamil 9 Bulan, PSK di Banjarmasin Ini Berpakaian Seksi dan Tetap Kerja Layani Pria Hidung Belang

by

Miris, mungkin kata itulah yang cocok mewakili sikap R (33) selama ini.

Bagaimana tidak, kendati sedang berbadan dua atau mengandung darah dagingnya saat ini.

Perempuan berkulit putih itu justru menghalalkan segala cara demi mengais rupiah. Ia diduga menggeluti pekerjaan sebagai PSK (perempuan seks komersil).

Mengenakan pakaian seksi meski tonjolan perut tetap tak mampu ditutupinya. R pun berduduk santai di atas motornya demi menanti kedatangan pria hidung belang.

Namun apes yang dialaminya pada Kamis (23/1/2020) dini hari tadi. Pasalnya, bukan pria hidung belang yang menyamparinya, justru adalah kehadiran petugas Satpol PP Kota Banjarmasin.

R pun tidak bisa berkutik Kamis dini hari tadi. Ia yang juga dalam keadaan berbadan dua, sempat dituntun petugas saat menuruni dan menaiki sepeda motor Satpol PP Kota Banjarmasin.

Saat ditanya mengenai keberadaannya di depan Gerbang Pasar Sudimampir, perempuan berpakaian putih itu hanya membisu seribu bahasa.

Meskipun ia tidak menepis kondisinya saat ini memang sedang hamil. Berusia sekitar sembilan bulan, R juga menampik jika keberadaannya di tempat tersebut dianggap sering.

“Tidak,” timpalnya kepada petugas ketika disinggung terkait kebiasaan nongkrong di depan Gerbang Pasar Sudimampir tersebut.

Ya, R sendiri adalah satu dari sekitar 10 PSK yang berhasil terjaring anggota Satpol PP Kota Banjarmasin pada kegiatan razia, Kamis dini hari tadi.

Menyisir sejumlah titik di kota Banjarmasin, tidak hanya di depan gerbang Pasar Sudimampir saja, melainkan petugas juga menjaring perempuan diduga PSK lainnya di lorong-lorong pasar.

Saat diciduk alasannya pun beragam. Seperti seorang perempuan berpakaian seksi berbalut jaket cokelat, S yang sempat menolak dibawa petugas saat disampari di dekat sebuah hotel Jalan Hasanudin. Ia menolak lantaran hanya ingin mencari makan dini hari itu.

Sedangkan petugas yang mendengar alasan tersebut tidak begitu saja percaya. Mereka tetap membawa perempuan berok sepaha tersebut ke dalam truk untuk menjalani pendataan.

Masih dalam kegiatan razia praktik prostitusi, penyisiran kembali berlanjut ke lokasi lainnya.

Adapun lokasi-lokasi yang menjadi penyisiran petugas saat itu meliputi kawasan Pasar Sudirman, Pasar Lima, Jalan Lambung Mangkurat atau lorong samping Kantor DPRD Provinsi Kalsel hingga Kayutangi.

Sedangkan kawasan Pasar Lima meski pada patroli pertama petugas tidak menemui target sasaran, namun tidak pada penyisiran selanjutnya.

Mereka selain mengamankan seorang perempuan paruh baya diduga sebagai PSK, juga menemui seorang perempuan remaja. Meskipun saat ingin diamankan gadis berbadan mungil itu justru melarikan diri.

Aksi kejar-kejaran oleh petugas pun tak terelakkan terhadap remaja tersebut. Melewati sebuah lorong di pasar lima, hingga jejaknya pun menghilang.

Pasalnya, saat diujung jalan perempuan itu justru menceburkan diri ke sungai. Ia yang sempat berenang ke tengah lalu kemudian ke pinggir, kemudian ditinggalkan petugas.

Sementara Komandan Pleton I Satpol PP Banjarmasin, Rizkan Wahyudin tidak menepis kegiatan razia yang dipimpinnya dini hari itu guna menertibkan praktik prostitusi jalanan.

Menyasar sejumlah titik di kota Banjarmasin, adapun lokasi-lokasi itu yang dianggap menjadi tempat mangkal PSK tersebut diantaranya Jalan Hasanudin HM, Pasar Sudimampir, Pasar Lima dan Pangeran Samudra.

” Iya, untuk personel yang dikerahkan sendiri pada penyisiran dini hari tadi yakni sebanyak 120 orang. Sedangkan hasilnya kami mengamankan 9 PSK dan 1 orang waria,” jelasnya.

Selain itu Rizkan juga tidak menepis yang berbeda pada giat serupa dibanding dini hari sebelumnya, pada Kamis tadi pihaknya juga sempat mengamankan seorang perempuan diduga PSK sedang dalam kondisi hamil.

Namun lantaran yang bersangkutan tetap terindikasi melanggar peraturan daerah sehingga tidak ada pilihan pihaknya pun harus menggelandang perempuan itu.

“Iya untuk PSK yang dijaring malam ini merupakan wajah baru semua. Mereka sementara kami amankan untuk menjalani pendataan. Selanjutnya, bila sudah selesai akan kami serahkan ke rumah singgah Dinsos untuk menjalani pembinaan,” tutupnya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...