Gunadiono, Bocah Asal Jombang, Sejak Kelas 3 SD Rawat Ibu yang Stroke: Tiap Hari Saya Jaga Ibu

by

Sungguh berat perjuangan hidup bocah bernama Muhammad Gunadiono di Jombang, Jawa Timur.

Gunardiono yang baru berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD), sejak kelas 3 alias sejak usia 9 tahun, merawat ibunya, Umiati (46), yang terkena stroke dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Sejak 2 tahun lalu, bocah Gunardiono merawat sang ibu.

Bapak Gunardiono tidak ada kabar beritanya.

Untungnya, Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akan menerjunkan tenaga pendamping sosial guna mendampingi Gunadiono.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Moh Sholeh mengatakan, Pemkab Jombang baru mendapatkan laporan terkait kondisi Umiati pada Kamis (12/9/2019).

Berdasarkan penelusuran, keluarga Umiati diketahui sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Kartu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Berbekal kartu tersebut, keluarga itu berhak menerima pelayanan dalam program pemenuhan kebutuhan dasar yang menjadi hak keluarga miskin yang difasilitasi pemerintah.

“Tetapi masalahnya sekarang kan bukan soal itu lagi.”

“Ada masalah psikologi keluarga yang perlu kita dampingi,” kata Sholeh saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Dijelaskan, Pemkab Jombang akan menerjunkan para pendamping sosial untuk mendampingi Gunadiono, paman, dan bibinya serta keluarga terdekat.

“Pastinya kami kirimkan pendamping sosial ke sana untuk mendampingi, meyakinkan keluarganya, agar Bu Umiati bisa dibawa berobat ke rumah sakit,” kata Sholeh.

Dinsos Jombang juga mencarikan rumah sakit yang bisa melayani pasien tanpa adanya penunggu dari pihak keluarga.

Menurut Sholeh, sekolah Gunadiono tidak boleh terganggu meski ibunya dirawat di rumah sakit.

“Alternatifnya kami carikan, mulai dari rumah sakit yang punya perawat khusus atau kita carikan tetangga yang bisa menungui kalau ibunya anak ini dirawat di rumah sakit,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Gunadiono (11), seorang murid kelas 5 Sekolah Dasar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merawat ibunya yang terkena stroke sejak dua tahun lalu.

Gunadiono tinggal bersama neneknya di Dusun Balongdoro, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Sementara Umiati, ibu dari Gunadiono, bekerja mencari nafkah di Surabaya.

Saat awal duduk di kelas 3 SDN Gedongombo 2, nenek Gunadiono meninggal dunia.

Dia pun terpaksa diboyong Miran, pamannya, untuk tinggal bersama.

Namun tak berselang lama, ibunya pulang dari Surabaya dalam kondisi sakit stroke.

Ibu dari Gunadiono inipun akhirnya ditampung di rumah Miran, di Dusun Balongmojo Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Selalu Menyuapi dan Menunggui Sang Ibu
Menunggui ibunya sepulang sekolah, menyuapi makanan 3 kali sehari, harus dijalani Muhammad Gunadiono (11), seorang murid kelas 5 sekolah dasar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gunadiono adalah murid SDN Gedongombo 2, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Sejak 2 tahun lalu, ibunya hanya bisa terbaring di atas ranjang akibat stroke.

Sejak Gunadiono duduk di kelas 3, kaki dan tangan Umiati (46), ibunya, tidak bisa digerakkan.

Mulut dan mata ibunya juga mengalami juga bermasalah akibat stroke.

“Ibu sakit stroke, sejak saya kelas 3,” tutur Gunadiono, saat ditemui Kompas.com, saat pulang dari sekolahnya, Rabu (11/9/2019).

Dia menuturkan, saat pagi sebelum berangkat ke sekolah, tugasnya adalah menyuapi makanan untuk ibunya.

Itu juga dilakukan saat dirinya sampai di rumah sepulang sekolah. Hal yang sama juga dilakukan Gunadiono saat petang.

Bahkan, terkadang dia juga harus memandikan ibunya, terutama saat paman dan bibinya belum selesai bekerja.

“Setiap hari jaga ibu, nyuapi makanan. Kalau mandi (memandikan), dibantu sama bude,” kata Gunadiono.

Sumber: tribunnewswiki.com

Loading...
loading...
loading...