Gosok Gigi di 6 Waktu Ini, Agar Bau Mulut Tidak Mengganggu Malaikat

by

Bersiwak adalah membersihkan mulut dan gigi dengan menggunakan alat tertentu. Di masa silam, sebelum ada sikat gigi, media siwak adalah dahan pohon.

Dan dahan yang paling banyak digunakan adalah dahan pohon araak. Dan kebiasaan ini juga masih dilestarikan oleh beberapa kaum muslimin hingga sekarang.

Ada banyak sekali keutamaan gosok gigi, diantaranya,

[1] Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى – أَوْ عَلَى النَّاسِ – لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ

“Andai tidak memberatkan umatku – dalam riwayat lain, tidak memberatkan manusia – tentu aku akan perintahkan mereka untuk ber-siwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari 887, Ahmad 7339 dan yang lainnya)

[2] Hadis dari Abu Bakr as-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak itu membersihkan mulut, mengundang ridha Allah.” (HR. Ahmad 7, Nasai 5, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Berdasarkan hadis di atas, para ulama menegaskan bahwa bersiwak adalah sunah muakkad (sunah yang sangat ditekankan). Imam an-Nawawi menyebutkan, sepakat ulama bahwa gosok gigi sangat dianjurkan.

Bahkan ada sebagian ulama masa silam yang me-wajibkan bersiwak, diantaranya adalah Imam Ishaq bin Rahuyah.

Waktu Bergosok Gigi
Gosok gigi dianjurkan dalam setiap waktu. Karena bersiwak mengundang ridha Allah. Hanya saja para ulama menyebutkan, ada beberapa waktu dimana kita ditekankan untuk bersiwak, berdsaarkan beberapa riwayat dari Nabi. Diantaranya,

1. Ketika Wudhu’ dan Hendak Sholat
Berdasarkan hadis Nabi,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي، لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ الْوُضُوءِ

“Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad 7412 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ

“Andai tidak memberatkan umatku, aku akan perintahkan mereka untuk ber-siwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari 887, Ahmad 7339 dan yang lainnya)

2. Ketika Hendak Masuk Rumah, Karena Akan Ketemu Istri dan Keluarganya
Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

“Apabila Nabi hendak masuk rumahnya, pertama kali yang beliau lakukan adalah gosok gigi.” (HR. Ahmad 25553 & Muslim 614).

3. Ketika Bangun Tidur
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“Bahwa Rasulullah ketika bangun tidur di malam hari, beliau gosok gigi.” (Muttafaq ‘alaih).

4. Ketika Mulut Semakin Bau
Mulut menjadi sangat bau bisa disebabkan karena lapar atau kehausan atau kepanasan. Karena siwak berfungsi membersihkan mulut maka bersiwak lebih ditekankan ketika dibutuhkan, yaitu ketika mulut bau.

5. Ketika Hendak Masuk Masjid
Allah perintahkan kita untuk menggunakan pakaian terbaik saat ke masjid. Allah berfirman,

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai bani Adam, gunakanlah perhiasan kalian ketika ke masjid..” (QS. al-A’raf: 31).

Di samping itu, mulut yang bau bisa mengganggu orang yang ada di sekitarnya. Dan ini akan mengganggu malaikat. Nabi bersabda,

فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

“Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim 1282).

6. Ketika Hendak Membaca al-Qur’an
Karena bacaan al-Quran didengarkan dan diperhatikan oleh Malaikat. Anda perhatikan hadis berikut,

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

‘Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak dan beliau bersabda,

إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك

“Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam al-Kubro 161, dan status hadis ini shahih lighairihi)

Demikian, semoga bermanfaat.

Allahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com

Loading...
loading...
loading...