Geram! Kades Buang Daging Bantuan Jokowi ke Jalanan Karena Busuk dan Biru

by -546 views

Kualitas produk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kali ini, daging ayam dari program tersebut diterima warga dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Daging ayam yang kondisinya berwarna kebiruan dan berbau busuk tersebut diterima oleh KPM Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Salah seorang penerima BPNT, Rami mengatakan, baru kali ini menerima daging ayam yang kondisinya busuk.

Padahal pada bulan sebelumnya, daging yang ia terima dalam kondisi baik.

“Sesampainya dirumah, daging ini saya masak. Saat suami baru memakannya, tiba-tiba dimuntahkan, karena saat dikunyah baunya busuk,” terang Rami seperti dikutip dari suaraindonesia.com–jaringan Suara.com, Kamis (13/8/2020).

Tak lama berselang, Kepala Desa Socorejo, Arief Rachman Hakim langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi kondisinya.

Ternyata memang benar bahwa daging ayam tersebut sudah dalam kondisi berbau busuk.

“Tadi warga melapor bahwa daging BPNT ini bau busuk. Ternyata benar, saat dicek, kondisinya sudah biru dan berbau,” ujar Kades Arief.

Dengan nada tinggi, Kades kemudian memarahi ketua agen daging Kecamatan Jenu yang telah memberikan daging dengan kualitas jelek kepada warganya.

Bahkan semua daging yang kondisinya busuk dan masih berada di box, langsung dibuang ditengah jalan.

“Saya buang daging ke jalan supaya tidak diberikan ke KPM lain di luar Socorejo. Karena lika-liku bisnis BPNT biasanya seperti ini. Misalnya barang busuk ditolak di Socorejo, tidak menutup kemungkinan dikirim ke desa lain,” tegasnya.

Ia berharap agar bantuan yang diberikan kepada KPM sesuai dengan yang diamanatkan.

Sebab, BPNT bukan bisnis kemiskinan. Sedangkan ketua agen kemudian diminta membuat surat pernyataan, untuk mengganti semua daging yang busuk.

“Kami, Pemdes Socorejo berharap kualitas daging segera diperbaiki, jangan sampai terulang di tempat lain,” tutupnya.

Tidak hanya di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Senori, Munadi juga mengeluhkan datangnya produk BPNT daging ayam pada malam hari.

Karena selain tidak dapat dipantau bersama Forkopimca setempat, pengecekan kualitas produk juga tidak maksimal.

“Daging BPNT disini selalu datang malam hari. Kan tidak mungkin langsung diberikan ke KPM, pasti pagi harinya baru dibagi. Apalagi kalau agen tidak punya freezer, saat dimasak jelas rasanya sudah tidak enak,” ucapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Plt Kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban, Joko Sarwono, belum menanggapi pesan singkat maupun telepon, terkait adanya temuan daging busuk serta pengiriman daging ayam yang datang pada malam hari.

Sumber: suara.com

loading...
loading...