Gempa 5,9 M Guncang Malang, Ini Peringatan BMKG Kepada Warga

by

BMKG meminta warga waspada dengan adanya gempa dengan kekuatan Magnitudo 5,9 di Malang, Jawa Timur.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi di selatan Malang kerap berpotensi merusak.

“Mengingat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di selatan Malang ini, maka masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Melihat catatan sejarah gempa di Jawa Timur, kawasan selatan Malang memang sudah sering kali terjadi gempa kuat dan merusak,” ujar Kepala Bidang informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulis, Selasa (19/2/2019).

Daryono menyebutkan catatan gempa yang kuat dan merusak di wilayah selatan Malang pernah terjadi pada 15 Agustus 1895, 20 November 1958, selanjutnya pada 1962 dan 1963, dan terakhir pada 4 Oktober 1972.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa di Malang saat ini diikuti 3 gempa susulan berkekuatan kurang dari Magnitudo 5.

Daryono mengatakan gempa kali ini merupakan gempa tektonik ke-3 yang mengguncang Malang.

“Hingga pukul 03.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 3 kali dengan kekuatan kurang dari M=5,0,” kata Daryono.

“Gempa tektonik yang terjadi pagi dini hari tadi adalah gempa ke-3 yang mengguncang selatan Malang sejak awal 2019,” imbuhnya.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,67 LS dan 112,74 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 42 km.

“Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Lumajang, Malang, Blitar, Karangkates III-IV MMI, Sawahan III MMI, Kuta, Nusa Dua II-III MMI. Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” sebut Daryono.

Gempa turut dirasakan hingga Bali, kususnya di Kuta dan Nusa Dua dalam skala II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Sumber: detik.com

Loading...
loading...
loading...