Gelagat Tak Biasa Istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara Sebelum Meninggal

by

Ifan Seventeen menyambut tahun 2019 dengan penuh duka.

Kehilangan tiga personil Seventeen, kesedihan Ifan semakin mendalam setelah sang istri, Dylan Sahara, ikut menjadi korban terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember 2018 lalu.

Berusaha tegar dengan garis nasib yang dijalaninya, pria bernama asli Riefian Fajarsyah itu mencoba menceritakan detik-detik pertemuan terakhirnya saat diwawancara stasiun televisi TVOne baru-baru ini.

Menurut Ifan, Dylan di hari jelang kepergiannya memang menunjukan galagat yang tak biasa.

Sang istri tiba-tiba sangat manja saat dia akan manggung di acara Family Gathering unit bisnis PLN di Tanjung Lesung, Anyer, Banten, hari itu.

Dylan lanjut Ifan, meminta dipangku padahal masih ada kursi kosong yang disediakan di belakang panggung.

“Tiba-tiba nyamperin aja ke belakang panggung. Padahal dia orangnya enggak pernah kayak gitu,” kata Ifan.

Pelukan Terakhir Sang Istri
Ternyata gelagat tak biasa Dylan tak berhenti disitu. Setelah minta dipangku, kata Ifan, Dylan juga minta dipeluk padahal saat itu dia harus bergegeras naik ke panggung.

Kelakuan Dylan tersebut dianggap tak biasa karena selama ini wanita asal Ponorogo itu dikenal sebagai pribadi periang dan tak suka merepotkan orang lain.

“Paling dia suka cari makan aja, eh tiba-tiba dia nyamperin ke belakang panggung minta pangku, terus minta peluk,” ujarnya.

Satu hal tak lazim lain yang dilihat Ifan dari Dylan sesaat sebelum tsunami Anyer menerjang adalah sang istri meminta dicium. Namun Ifan tak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Ifan berjanji akan mencium Dylan usai manggung. Namun kini kata Ifan, janjinya justru tak ditepati. Dylan sudah  meninggal dunia akibat tersapu tsunami.

“Ya gitulah aku nyiumnya nggak kena, karena aku ngeledekin. Nanti aku ciumnya abis manggung. Ya Allah, kan beda lagi ceritanya kalau aku tahu ya (istri mau meninggal),” tutur Iran sambil meneteskan air mata.

Sumber: dream.co.id

Loading...
loading...
loading...