Gara-gara Tak Beli Buku, Beberapa Siswa SMPN 1 Makale Dikeluarkan

by

Beberapa siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, terpaksa dikeluarkan gurunya dari ruangan kelas karena tak membeli buku yang diduga diperjualbelikan pihak sekolah.

Salah satu orang tua siswa yang enggan dimediakan identitasnya, mengeluhkan tindakan guru yang mengeluarkan anaknya dari ruangan kelas hanya gara-gara tak membeli buku yang ditawarkan.

“Harganya Rp120 ribu tapi saya nego Rp100 ribu, jadi dikasih ka. Satu buku yang saya beli karena mata pelajaran ituji yang bermasalah,” ungkapnya kepada PedomanSulsel.com, Jumat (9/8/2019).

Orang tua tersebut mengaku terpaksa meminjam uang untuk membayar buku agar anaknya bisa diijinkan mengikuti pelajaran di sekolahnya.

“Bukan tidak mampu Pak, masalah belum ada uang, nah ini anak saya sudah dikeluarkan dari kelas sama guru matematikanya namanya Dina Tasik,” ungkapnya.

“Tapi bukan hanya anak saya, ada beberapa dan hanya tiga perempuan. Anak kita juga rugi karena nda ikut mata pelajaran,” sambung dia.

SMPN 1 Makale sedang membangun gedung baru

Berdasarkan data yang dihimpun PedomanSulsel.com, harga buku SMP tahun 2019 yang diperoleh dari salah satu siswa di SMPN 1 Makale bervariasi sesuai tingkatan kelas.

Seperti buku Bahasa Indonesia untuk kelas VII Rp98 ribu, kelas VII dan IX Rp95 ribu. Buku IPA kelas VII dan VII Rp130 ribu, kelas IX Rp123 ribu. Buku PPKN kelas VII Rp70 ribu, kelas VIII Rp 85 ribu, kelas IX Rp70 ribu.

Kemudian buku Matematika untuk kelas VII dan VIII Rp120 ribu, kelas IX Rp65 ribu. Buku IPS kelas VII Rp130 ribu, kelas VII Rp105 ribu, kelas IX Rp110 ribu. Buku Bahasa Inggris untuk kelas VII Rp80 ribu, kelas VIII Rp98 ribu, kelas IX Rp78 ribu.

Jumlah total uang buku untuk siswa kelas vii sebanyak Rp628 ribu, kelas VIII Rp663 ribu, kelas IX Rp541 ribu.

Ada lagi buku tambahan seperti buku Prakarya, Seni Budaya, Pjokk, dan Informatikan. Harganya juga bervariasi sesuai tingkatan kelas, mulai Rp80 ribu hingga Rp132 ribu.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Makale, Yusuf, yang dikonfirmasi membantah ada buku yang dijual di sekolahnya.

“Disini nda ada guru yang menjual buku, kita hanya pertunjukkan buku kepada siswa sebagai referensi dan silahkan cari di luar,” jelasnya.

Ia juga meluruskan terkait adanya siswa yang dikeluarkan dari kelas gara-gara tidak membeli buku.

“Itu anak memang tidak peduli pelajarannya, tidak ada bukunya apa segala, tugas dikasih tidak dikerja, lalu disuruh tulis di luar, jadi bukan dikasih keluar dari kelas gara-gara tidak beli buku. Hanya anaknya yang tidak mau mengerjakan tugas, akhirnya disuruh keluar daripada mengganggu temannya dalam kelas,” pungkasnya.

Sumber: pedomansulsel.com

Loading...
loading...
loading...