Gadis Ini Diperkosa Oleh 500 Pria Sejak Usia 11 Tahun, Korban Beri Pengakuan Memilukan

by -4,021 views

Perdagangan manusia memang masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia.

Dari yang berkedok legal hingga yang paling parah adalah hingga menjadi bahan pemuas zina.

Namun kisah kali ini datang dari negara maju Inggris, awal mula terkuak adalah dari penemuan seorang gadis yang mengaku dirudapaksa oleh lebih dari 500 pria dalam jangka waktu 4 tahun.

Tidak berhenti di situ, nahas ia bahkan dikecewakan oleh otoritas setempat setelah tujuh tahun mencoba menguak keadaan desa yang ia tempati.

Perempuan bernama Jennifer dilansir dari Sunday Mirror pada (6/10/2019) untuk pertama kalinya bercerita bagaimana dia justru dipersekusi karena laporannya ini.

Ia dirampok masa kecilnya, direndahkan oleh ratusan pelaku kekerasan dan dikhianati oleh otoritas untuk sekadar meminta bantuan.

Tujuh tahun hingga 4 tahun ia lalui menjadi korban perdagangan manusia Jennifer hari ini menandai titik terendah baru dalam skandal pelecehan di daerah Telford.

Jennifer – bukan nama sebenarnya – mengisahkan untuk pertama kalinya bagaimana dia diperk0sa oleh lebih dari 500 pria sejak usia 11 tahun.

Dia diperk0sa oleh geng jahat pada tahun 80an hingga 90an.

Sering saat ia pulang sekolah, ia juga mengaku diperdagangkan dan ditodongan senjata untuk memuaskan.

Kejadian nyata itu membuatnya begitu hancur sehingga dia pernah suatu hari mencoba bunuh diri.

Pada usia 16 tahun, ia pernah dirudapaksa, dipukul dan memasukkan kerikil ke dalam mulutnya untuk membungkam tangisannya.

Selama empat tahun, sampai dia berusia 19 tahun, dia jatuh di bawah kendali seorang pria yang menjajakannya seperti sepotong daging.

Jennifer mengklaim polisi menolak untuk campur tangan dan berulang kali menangkapnya untuk pelacuran dari usia 16 hingga 19, terlepas dari permintaannya ia dieksploitasi.

Namun tidak satu pun pelakunya diseret ke pengadilan meskipun ada beberapa laporan ke polisi.

Jennifer mengatakan, ”Saya diperk0sa oleh lebih dari 500 pria.”

“Ketika saya memberi tahu polisi, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya memilih gaya hidup saya.”

“Saya meminta untuk membuat pernyataan karena saya telah dirudapaksa dan dipukuli oleh begitu banyak pria dan saya ingin itu berhenti.”

“Seorang perwira berkata, ‘Kamu pelacur biasa.’ tidakkah kamu pikir itu ada hubungannya dengan pekerjaan itu?’ ”

“Dia mengatakan juri tidak akan pernah percaya bahwa aku adalah korban pelecehan.”

“Sebaliknya, aku berakhir di sebuah dermaga, kelaparan dan tidak memiliki untuk denda pengadilan karena saya takut masuk penjara.”

“Saya pada dasarnya membayar untuk diperk0sa.”

Jennifer menggambarkan masa kecil yang tak tertahankan.

Dia merindukan sekolah pada umur 14 hingga 16 karena dia dilecehkan oleh 10 pria setiap malam.

Dia mengatakan: “Saya pikir satu-satunya jalan keluar adalah kematian karena saya lapro ke polisi dan mereka tidak ingin membantu saya.”

“Hidupku seperti neraka, aku merasa sangat kesepian.”

“Ketika saya overdosis, pengemudi ambulans dengan baik hari mengantar karena saya sendirian.”

“Dia duduk di samping tempat tidurku, menangis. ”

Penyelidikan Sunday Mirror tahun lalu mengungkapkan ada 1.000 gadis Telford dieksploitasi secara seksual selama empat dekade.

Neraka yang dirasakan Jennifer dimulai ketika dia pindah ke kota Shropshire pada akhir 1980-an.

Akhirnya, pada pertengahan 90-an, ia melarikan diri ke rumah seorang kerabat yang jauhnya ratusan mil.

“Saya tahu itu bukan salah saya, tetapi saya merasa bersalah tentang gadis-gadis yang dilecehkan.”

“Saya ingin tahu apakah mereka telah diselamatkan jika saya dianggap serius ketika saya memberi tahu polisi.”

“Saya pindah ke Telford pada usia 11 dan dan ingin berteman dengan gadis-gadis lain.”

“Saya bertemu dengan seorang anak seusia saya, tetapi dia memperkenalkan saya kepada sepupunya yang lebih tua dan semuanya berawal dari sana.”

“Teman-temannya mulai memperk0sa saya.”

Jennifer, sekarang seorang ibu berusia 40-an, seorang pekerja sosial mengunjunginya tetapi dia mengatakan hampir tidak ada pertanyaan yang bisa diajukan tentang apa yang terjadi dalam hidupnya.

Banyak korban dari Telford mengatakan sebagian besar pelaku kekerasan berasal dari sebuah komunitas tetapi Jennifer mengatakan dia dijual kepada siapa saja yang mau membayar.

Rekaman yang dilansir dari Sunday Mirror menunjukkan Jennifer dilecehkan 52 kali dan didenda berat karena mengajukan bantuan pada saat dia berusia 19 tahun setelah dijual untuk menjadi budak.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...