Gadis Bercadar Melahirkan Bayi di Baskom Tidak Mau Mengaku ke Polisi Siapa Lelaki yang Menghamilinya

by -1,494 views

Masyarakat digegerkan dengan adanya gadis bercadar melahirkan bayi di baskom, namun kini membuat polisi kelimpungan.

Pasalnya, wanita bercadar melahirkan bayi di baskom, enggan mengaku ke polisi siapa lelaki menghamili wanita muda bercadar tersebut.

Selain gadis muda bercadar melahirkan di baskom ini tak mau mengaku siapa sosok pria yang menghamilinya, turut polisi kesulitan minta gadis bercadar buka cadar saat diminta untuk foto.

Berikut ialah penjelasan polisi, soal perempuan muda bercadar melahirkan di baskom yang diduga baru belajar agama 6 bulan.

Polisi masih kesulitan mengorek keterangan dari AF (20), gadis bercadar melahirkan bayi laki-laki di baskom yang ada di kamar mandi.

Pihak Polres Magetan juga belum mendapatkan informasi ayah dari bayi yang dilahirkan gadis bercadar tersebut.

Polisi hanya mendapatkan sedikit informasi terkait nama dan asal gadis itu.

Penyidik dari Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Magetan mengaku sudah bertanya banyak kepada gadis itu, namun hanya dijawab nama, umur dan tempat lahir saja.

“Ditanya beberapa pertanyaan, yang dijawab hanya nama, umur dan tempat lahir”

“Oiya, pasien ini juga mengaku warga Jember dan menuntut ilmu di Ngrandu, Sumberagung, Plaosan, Magetan baru enam bulan lalu,” jelas Kanit PPA Mimin, Sabtu (21/12/2019).

Gadis yang lahir pada 10 Desember 1999 di Jember ini tidak mau mengaku bapak dari bayi yang dilahirkan itu.

Bahkan penyidik dari Polisi Wanita (Polwan) pun kesulitan meminta pasien melepas cadarnya itu untuk difoto.

“Saya bingung ditanya hanya dijawab nama, tanggal lahir dan asal. Disuruh buka cadar, untuk di foto, meski sesama perempuan gak mau. Jadi ya sabar,” katanya.

Sementara Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir Falevi yang dikonfirmasi juga mengaku kesulitan mengorek informasi.

Ia belum berhasil menginterogasi ibu dari bayi malang itu.

Saat ini masih dilakukan penyelidikan setelah dilakukan pembersihan rahim gadis bercadar yang melahirkan itu.

“Kami masih terus mencari, mudah-mudahan bisa segera ditemukan atau terungkap siapa dalang kasus penelantaran anak,” jelas AKP Munir Palevi.

Sekitar pukul 12.00, pasien ini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dikuret di Rumah Sakit Bhayangkara.

Selain dilakukan kuret, gadis itu juga akan diperiksa liang kelahirannya.

Pingsan di Kamar Mandi
Selain menuntut ilmu agama, AF juga menjadi pengurus di sekolah agama itu.

Dia ditemukan tergeletak di kamar mandi dan bersimbah darah setelah melahirkan seorang bayi laki-laki di baskom.

Tidak jauh dari tempat AF pingsan itu, terlihat bayi merah dalam keadaan sudah tak bernyawa.

“Kemarin awal masuk ke Klinik Muhammadiyah, Desa Pacalan, Plaosan, Magetan. Pasien tidak mengakui kalau habis melahirkan.

Begitu juga pengantarnya Nur Azizah. Jadi kita hanya tangani sakitnya.

Makanya kita infus,”kata salah seorang tenaga medis yang tidak mau disebutkan namanya kepada SURYA.co.id, Sabtu (21/12/2019).

Ia menambahkan, pihak sekolah baru lapor polisi dan berterus terang kepada pihak klinik, bahwa gadis itu baru melahirkan bayi pada Jumat (20/12/2019).

“Makanya, kejadian ini seperti ditutupi dan pihak sekolah baru melapor hari ini setelah dirawat di kamar Shofa klas 1, Klinik Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara jenazah bayi sudah dibawa ke RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...