Gadis 20 Tahun Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah Agama di Magetan, Polisi Cari Bapak si Bayi

by -2,875 views

Seorang gadis 20 tahun berinisial AF melahirkan bayi laki-laki di baskom di kamar mandi. Ternyata, gadis bercadar ini juga tercatat sebagai pengurus sekolah agama di Magetan.

Sontak, kejadian itu membuat penghuni sekolah yang juga ditempati sebagai asrama itu geger setelah menemukan AF tergeletak di kamar mandi dan bersimbah darah.

Tidak jauh dari tempat AF pingsan itu, terlihat bayi merah tergeletak di baskom dalam keadaan sudah tak bernyawa.

“Kemarin awal masuk ke Klinik Muhammadiyah, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Pasien tidak mengakui kalau habis melahirkan. Begitu juga pengantarnya Nur Azizah. Jadi kita hanya tangani sakitnya.

Makanya kita infus,” kata salah seorang tenaga medis yang tidak mau disebutkan kepada SURYA.co.id, Sabtu (21/12/2019).

Makanya, lanjut dia, pihak sekolahan baru lapor polisi dan berterus terang kepada pihak klinik.

Bahwa, dia baru melahirkan bayi berjenis kelamin laki laki di kamar mandi sekolahan yang juga terdapat asrama siswa itu, Jumat (20/12) kemarin.

“Makanya, kejadian ini seperti ditutupi dan pihak sekolah baru melapor hari ini setelah dirawat di kamar Shofa klas 1, Klinik Muhammadiyah,” jelasnya.

Namun begitu, penyidik daru Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) seperti kesulitan meminta keterangan ihwal kejadian kelahiran yang mengakibatkan bayi itu meninggal di baskom depan pintu kamar mandi asrama.

“Ditanya beberapa pertanyaan, yang dijawab hanya nama, umur dan tempat lahir.

Oiya, pasien ini juga mengaku warga Jember dan menuntut ilmu di Ngrandu, Sumberagung, Plaosan, Magetan baru enam bulan lalu,” jelas Kanit PPA Mimin.

Namun, perempuan yang lahir tanggal 10/12-1999 di Jember ini tidak mau mengakui, siapa bapak dari bayi yang dilahirkan itu.

Bahkan penyidik dari Polisi Wanita (Polwan) pun kesulitan meminta pasien melepas cadarnya itu untuk dilakukan foto.

“Saya bingung ditanya hanya dijawab nama, tanggal lahir dan asal.

Disuruh buka cadar, untuk di foto, meski sesama perempuan gak mau. Jadi ya sabar,” katanya.

Sementara Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir Falevi yang dikonfirmasi, mengaku kesulitan belum berhasil menginterogasi ibu dari bayi malang itu.

Karena ini masih dilakukan penyelidikan setelah dilakukan pembersihan rahim nona yang melahirkan.

“Kami masih terus mencari, mudah-mudahan bisa segera ditemukan atau terungkap siapa dalang kasus penelantaran anak,” jelas AKP Munir Palevi.

Sekitar jam 12.00, pasien berstatus nona ini akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan kuret di rumah sakit polisi ini.

Selain dilakukan kuret, pasien juga akan diperiksa liang kelahiranya.

Sementara jenazah dibawa ke RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan

Sumber: tribunnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.