Fakta Pelajar SMP yang Dicabuli di Surabaya, Kenal Lewat Sosmed Hinggal Aplikasi yang Digunakan

by

Seorang pelajar SMP di Surabaya berinsial RA (14) jadi korban pencabulan oleh pelaku berinisial SM alias A (25).

Pelaku yang merupakan warga asli Pekanbaru, Riau, itu telah melakukan aksi bejatnya sebanyak tujuh kali, sejak Agustus hingga November 2018, di indekos pelaku di Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Selain data tersebut berikut Tribunnews rangkum fakta-fakta lainnya:

1. Kronologi
Pelaku dan korban awalnya saling mengenal dari media sosial, yakni melalui aplikasi Grindr.

Setelah saling kenal kemudian SM mengajak RA untuk datang ke kosnya yang berada di Wonokromo, Surabaya.

Setelah itu sang pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya tersebut.

Sebelum melancarkan aksinya pelaku sempat merayu korban yang diketahui sama-sama lelaki, dengan cara menanggung biaya antar-jemput ojek online dan mentraktir makan.

2. Pelaku Ancam Lewat Video Rekaman
Alasan pelaku memilih anak yang lebih muda karena karena kecil kemungkinan untuk melawan.

Pelaku juga telah melancarkan aksinya selama 7 kali Sejak Agustus hingga November 2018.

Dengan rekaman video yang ia rekam melalui kamera ponselnya pelaku mengancam korban jika menolak melakukan hal tersebut.

3. Keterangan Kepolisian
Kepala Unit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkannya kepada kepolisian.

“Kasus ini terungkap berkat keluarga korban yang melapor kepada kami,” jelas Ruth saat dilansir dari Kompas.com pada Senin (26/11/2018).

4. Ancaman Bagi Pelaku
Akibat perbuatan bejatnya itu, sang pelaku (SM) dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014.

UU tersebut tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

SM juga terancam dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...