Fakta Faiqus 100 Hari Menghilang di Gunung Arjuno: Kronologi, Tersisa 2 Tulang Hingga Pesan Terakhir

by

Seorang pelajar SMKN 5 Surabaya, Faiqus Syamsi (17) ditemukan tersisa tulang setelah menghilang 100 hari di Gunung Arjuno, Jawa Timur.

Faiqus Syamsi (17) ditemukan pendaki lain pada Kamis (4/4/2019). Dilansir dari Surya.co.id, Faiqus Syamsi dinyatakan menghilang sejak 18 Desember 2018 di Gunung Arjuno.

Kala itu, Faiqus Syamsi bersama beberapa temannya tengah mengisi liburan sekolah.

Kondisi pos pendakian Pondok Kopkopan di Gunung Arjuno via jalur Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, Oktober 2018

Setelah 100 hari menghilang di Gunung Arjuno, Faiqus Syamsi ditemukan hanya tersisa tulang. Berikut TribunJakarta.com rangkum sederet faktanya:

1. Kronologi
Faiqus Syamsi (17) hilang saat melakukan pendakian ke Gunung Arjuno bersama tujuh orang teman sekolahnya.

Ia dinyatakan menghilang dan masih dalam proses pencarian hingga Kamis (20/12/2018) malam.

Informasi yang dilansir TribunJakarta.com dari Surya.co.id, Faiqus Syamsi mulai melakukan pendakian ke Gunung Arjuno pada Minggu (16/12/2018).

“Memang siswa kami, tapi ini sudah memasuki masa liburan. Mereka liburan sendiri bukan ekskul atau kegiatan sekolah lain,” ungkap Anton Sujarwo dikonfirmasi Surya.co.id.

Menurut Anton Sujarwo, teman-teman Faiqus Syamsi sudah turun gunung dan melaporkan telah terpisah dengan Faiqus Syamsi.

Diketahui, kala pendakian, Faiqus Syamsi berinisiatif untuk menjemput kedua temannya yang masih dalam perjalanan.

Namun, saat kedua temannya sampai di pundak Gunung Arjuno, mereka tak bertemu dengan Faiqus Syamsi.

Kedua teman Faiqus Syamsi memutuskan untuk melakukan pencarian NAMUN TAK MEMBUAHKAN HASIL.

Lantas kedua teman Faiqus Syamsi memilih untuk kembali ke basecamp.

2. Hanya Temukan dua Tulang
Tim SAR gabungan menuturkan bahwa Faiqus Syamsi ditemukan hanya tinggal tulang belulang di atas Lembah Kijang dan di bawah Puncak Bayangan.

Titik penemuan rangka tak jauh dari lokasi terakhir remaja asal Jalan Kendangsari XV/VI Surabaya tersebut, hilang kontak.

Farid Kurniadi, komandan tim pencarian, saat dikonfirmasi Jumat malam mengatakan, di lokasi ditemukannya korban, ditemukan atribut pakaian dan peralatan yang dibawa korban saat mendaki gunung.

“Keluarga memastikan jika kerangka itu milik Faiqus Syamsi,” kata Farid.

Di lokasi penemuan, tim hanya menemukan 2 tulang yakni tukang kaki dan tulang tangan.

“Tim sempat mencari tulang tengkorak dan tulang lainnya hingga 100 meter dari lokasi penemuan, namun tidak menemukan apa-apa,” jelasnya.

3. Tak Mengajak Penunjuk Jalan yang Berpengalaman
Nanang juga menuturkan, perjalanan Faiqus Syamsi dan rombongan tujuh remaja ke gunung yang berada di Pasuruan itu dibagi menjadi dua tim.

Faiqus Syamsi merupakan ketua tim dari rombongan kedua bersama dua temannya. Sementara tiga lainnya berada di tim lain dan satu orang menjaga tenda.

“Mereka sama-sama tidak pernah ke Gunung Arjuno sebelumnya, setahu saya dia pernah mendaki di Penanggungan,” kata Nanang, pamak korban di rumah duka Jalan Kendangsari XV Tenggilis Surabaya, Sabtu (6/4/2019).

Saat berada di Gunung Arjuno, diceritakan Nanang, ponakannya diduga terperosok saat akan mendaki ke puncak.

“Yang saya sesalkan mereka mendaki tanpa seseorang yang pengalaman. Tidak mengajak penunjuk jalan,” katanya.

Hingga kemudian, setelah keberangkatan (16/12/2018) Faiqus Syamsi dikabarkan hilang tanpa jejak di sekitar Lembah Kidang Gunung Arjuno.

4. Pesan Terakhir Faiqus Syamsi ke Sang Ibu
Kepada sang ibunda sewaktu minta izin berangkat mendaki Gunung Arjuno, Faiqus Syamsi menyampaikan akan membikin heboh.

Namun, Faiqus Syamsi tidak menjelaskan kata heboh yang dimaksudkan kepada ibunya. Kini, Faiqus Syamsi ditemukan tinggal tulang belulang di Gunung Arjuno.

Keluarga mengaku Faiqus Syamsi yang juga anak bungsu dari dua bersaudara itu pamit akan berlibur bersama enam teman sekolahnya.
“Kalau pamit, iya pamit liburan, mendaki juga sesuai perizinan. Hanya sebelum pergi, dia bilang ke ibunya mau membuat heboh,” kata paman korban Nanang di rumah duka Jalan Kendangsari XV Surabaya, Sabtu (6/4/2019).

“Nanti saya mau bikin heboh, bu. Tidak ada permintaan, hanya bilang begitu,” kata Nanang menirukan ucapan keponakannya.

Keluarga sempat tak mengerti maksud perkataan remaja 17 tahun itu.

Hingga kemudian dua hari setelah pendakian, keluarga mendapat kabar Faiqus Syamsi hilang dari rombongan, pada 19 Desember 2018.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...