Fakta Baru Aksi Brutal Kelompok John Kei, 3 Aktor Intelektual Hingga Uang Operasional Rp 10 Juta

by -1,424 views

Sejumlah fakta baru terungkap setelah kepolisian menggelar rekosntruksi kasus penyerangan yang dilakukan kelompok John Kei di wilayah Tangerang dan Jakarta Barat.

Dalam rekonstruksi tersebut ada 67 adegan yang diperagakan 37 tersangka, Senin (6/7/2020) di 5 lokasi berbeda.

Tempat rekonstroksi di antaranya tiga lokasi perencanaan atau permufakatan jahat yakni di Kelapa Gading, Jakarta Utara; di Sport Center Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat; dan di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, di markas kelompok John Kei.

Sementara untuk rekonstruksi pembacokan atau pembunuhan berencana di Duri Kosambi, Jakarta Barat dan penyerangan rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Tangerang, dilakukan di Mapolda Metro Jaya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa dari rekonstruksi terungkap bahwa ada tiga pelaku utama atau aktor intelektual dalam kasus tersebut.

“Jadi ada tiga pelaku utama yang sangat berperan aktif mulai dari perencanaan sampai eksekusi. Yakni JK (John Kei-Red), DF, dan FF. Tiga orang ini adalah akor intelektualnya, yang memastikan perencanaan sampai eksekusi,” kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/7/2020).

Perencanaan permufakatan jahat kata Calvijn diawali saat John Kei menghubungi DF pada 14 Juni pagi dan bertemu di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Di sana mereka sudah merencanakan eksekusi dan akan bertemu kembali di rumah John Kei di Titian Indah, Bekasi pada 20 Juni, bersama FF,” kata Calvijn.

Lalu pada 19 Juni, DF sudah menyerahkan uang ke anak buahnya untuk membeli sajam berupa pipa yang dimodifikasi menjadi tajam dan senjata tajam lain.

“Sebelum pertemuan di Titian Indah, Bekasi, tanggal 19 Juni, DF sudah menyuruh anak buahnya membeli pipa yang dimodifikasi menjadi tajam,” kata Calvijn.

Kemudian kata dia pertemuan di rumah John Kei di Titian Indah, Bekasi, terjadi 20 Juni dengan dipimpin John Kei.

“Disini perencanaan eksekusi dilakukan,” kata Calvijn.

Dimana John Kei menyerahkan uang Rp 10 Juta kepada DF untuk operasional eksekusi, pada 21 Juni.

“FF menghubungi semua anggota kelompok John Kei, untuk memastikan aksi atau eksekusi dilakukan esoknya,” kata Calvijn.

Selanjutnya kata Calvijn, penyerangan dimulai saat semua anggota kelompok berkumpul di Sport Center Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Disinilah semua senjata tajam dibagikan ke para pelaku. Selain itu DF menyerahkan senjata api ke M untuk mengeksekusi Nus Kei,” kata Calvijn.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dari rekonstruksi yang dilakukan penyidik dalam kasus pembunuhan berencana dan penyerangan yang dilakukan kelompok John Kei, Senin (6/7/2020), terungkap sejumlah fakta baru dan menarik.

Dimana saat perencanaan di rumah Jonn Kei di Perumahan Titian Indah, Bekasi, atau sehari sebelum penyerangan, kata Yusri, John Kei memberikan uang Rp.10 Juta ke salah satu anak buahnya yakni FF.

“Di Titian Bekasi, John Kei sempat memberikan uang Rp 10 Juta ke FF, dalam pecahan Rp.50 Ribu. Uang untuk operasional tugasnya. Yakni dijelaskan John Kei bahwa penghianat harus mati,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/7/2020).

Ujaran ‘penghianat harus mati’ yang keluar dari mulut John Kei, kata Yusri sudah dipahami para anak buahnya bahwa yang dimaksud adalah Nus Kei dan kelompoknya.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa uang operasional yang diberikan John Kei digunakan untuk membeli sejumlah pipa yang ditajamkan serta beberapa senjata tajam.

“Juga untuk operasional anggotanya bergerak menuju ke sasaran,” kata Calvijn.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...