Dulu Suka Siksa Binatang Sampai Mati, Pria Ini Sekarang Menyesal Usai Anaknya Terlahir Cacat

by -1,311 views

Anda adalah sosok yang percaya karma?

Jika Anda masih kerap berbuat jahat kepada sesama makhluk Tuhan termasuk hewan, mungkin kisah ini bisa membuat Anda sadar karma itu ada.

Curhatan seorang pria mendadak viral di media sosial, setelah dibagikan akun pecinta binatang asal Malaysia, Yolo Pets Foundation.

Pria yang mengaku bekerja sebagai pegawai di Dewan Kota itu membagikan curhat panjang.

Dalam curhatnya ia awalnya bercerita tentang pekerjaannya. Pekerjaannya pun tak main-main.

Ia ditugasi memusnahkan binatang yang berkeliaran di sudut kota yang dianggap mengganggu masyarakat.

Awalnya ia tampak menikmati pekerjaan ini.

Membuang hewan atau membunuhnya ia lakoni demi cuan. Berikut curhatnya:

“Saya bekerja di Dewan Kota (tak perlu dijelaskan. Saya ditugaskan di Divisi Pengelolaan Sampah.

Secara spesifik saya bekerja menangkap anjing dan kucing liar.

Saat ada masyarakat yang melapor, saya dan tim langung pergi ke lokasi untuk mengambil dan menangkap seekor anjing di dalam truk.

Memang banyak orang Melayu mengeluh soal anjing dan kucing liar ini.

Tapi saya akhirnya membuat keputusan untuk berhenti kerja saja karena banyak hal buruk yang aku alami sejak membunuh anjing-anjing ini,” tulisnya.

Pria itu mengatakan memang selama ini ada dalih jika anjing-anjing itu akan disterilisasi.

Namun menurutnya kadang ada perintah jika anjing itu sebaiknya dibunuh demi menekan ongkos penanganan.

“Dalam dua tahun aku kerja tangkap, pukul, dan bunuh anjing.

Macam-macam cara saya membunuh. Tapi semua berbuah saat putra saya lahir dengan cacat.” lanjutnya.

“Anak saya lahir cacat. Saya sulit menerimanya. Bahkan saya mendengar saat anak saya bernafas dia seperti anjing menggongong,” ungkap dia.

Pria tersebut lantas teringat dosa-dosanya. Ia mengaku pernah mengikat dan menggantung anjing sampai mati.

Ada yang matanya keluar karena menahan sakit.

“Ada yang kami pukul pakai kayu sampai mati, mereka meronta kesakitan.”

“Tapi kami tetap siksa sampai mati karena ini perintah. Saya hanya ikut arahan demi gaji, sebenarnya tak sampai hati juga,” ujar dia.

Tetapi pada akhirnya ia sadar saat Tuhan memberi cobaan, anaknya yang cacat meninggal dunia.

Lagi-lagi ini pria itu berkesimpulan ini semua adalah karma.

“Kondisi anak saya sempat kritis. Selama 8 bulan dia menjalani cobaan ini. Sampai akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa.”

“Saya ingat pernah membunuh anak anjing yang baru dua hari lahir. Saya kini insaf setelah Tuhan panggil anak saya,” tulisnya.

Momen meninggalnya sang anak menjadikan pria itu memilih resign.

“Sata tak mau cari rezeki dengan cara seperti ini. Cukuplah saya menipu banyak orang jika anjing-anjing itu dibawa ke hutan, padahal aslinya dibunuh,” ucapnya.

Ia pun mengimbau kepada orang-orang yang suka menyiksa hewan liar agar segera bertaubat.

Segera setelah diunggah di media sosial, postingan itu viral dan menuai beragam komentar netizen.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...