Dulu Hanya Dibuat Mainan, Rupanya Undur-undur Dihargai Rp14 Juta per kg Jika Dijual di Luar Negeri

by

Ketika masih kecil mungkin Anda sering mencari hewanbernama Undur-undur ini di daerah pasir.

Kemudian Anda akan meletakkannya di tangan setelah itu hewan ini akan berjalan mundur seperti namanya.

Biasanya hewan ini hidup di pasir, berbentuk bunker kecil, untuk mendapatkannya kita perlu mengaduk pasir supaya hewan ini keluar dari sarangnya.

Namun, setelah dewasa mungkin Anda sudah melupakan hewan ini atau mungkin anak-anak zaman sekarang juga tidak tahu hewan ini karena lebih sibuk bermain gadget.

Rupanya, hewan ini kini menjadi salah satu buruan karena dipercaya memiliki khasiat luar biasa.

Undur-undur, adalah serangga hewan ini biasanya memangsa serangga lain yang lebih kecil seperti semut.

Jika Anda hewan yang masuk ke dalam sarngnya sulit untuk lepas karena tergigit dengan rahangnya yang kuat.

Hewan ini kini telah menjadi langka karena banyak orang memburunya.

Faktanya, hewan ini kini menjadi salah satu obat herbal di Tiongkok dan disebut sangat langka.

Beberpa platform media sosial dan toko online menjual hewan ini dengan harga tinggi khususnya di Tiongkok.

Mereka menjualnya mulai 10 gram dan berisi 69 hewan, yang berarti satu pon hewan ini dihargai hingga ribuan dolar.

Rumah undur-undur

Menurut, sebuah situs di Toutiao, sekitar 1 kilogram hewan ini dihargai sekitar 7.000 yuan, atau sekitar Rp14 juta.

Menurut keyakinan, hewan ini dijadikan bahan dasar obat-obatan China, konon memiliki efek membersihkan panas dan detoksifikasi, menyebarkan dahak dan diuretik.

Juga memiliki khasiat untuk mengobati tekanan darah tinggi, batu empedu, dan penyakit lainnya.

Dapat dikatakan hewan ini memiliki daya tarik yang kuat karena harganya dan labanya yang tinggi, hewan ini kini sangat sulit ditemukan karena semakin langka.

Sedangkan di Indonesia, hewan ini juga dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma, asam urat, serta beragam type masalah kesehatan dari ringan sampai berat.

Sumber: intisari.grid.id

Loading...
loading...
loading...