Doa Nabi Muhammad Agar Dibukakan Pintu Hati

by

Hati bisa merasakan ketenangan ketika bersama Allah, namun hati juga bisa menjadi resah ketika menghadap Allah yang disertai kesadaran diri yang banyak dihiasi maksiat dan perbuatan dosa.

Perubahan hati yang sering dijumpai tersebut terus hadir menemani jalannya kehidupan dunia.

Tidak hanya tenang dan resah, hati pun bisa menjadi keras yang susah untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hati yang sering berubah ke arah yang negatif itu tidak layak dipertahankan.

Usaha memperbaiki diri dan terus berdoa pantas dilakukan untuk seseorang yang ingin memiliki hati yang bersih dan lembut.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an Al A’dzim jilid IV menyebutkan sebuah doa yang dipanjatkan Rasulullah saat perjalanan menuju Thaif.

Kala itu Rasulullah melihat segerombolan anak muda yang berkelakuan dan berhati buruk, tak lama setelah itu Rasullah berdoa dan berharap agar Allah membukakan hati mereka,

sehingga mereka akan mendapatkan hidayah dan bersegera taubat kepada-Nya.

Doa tersebut adalah sebagai berikut:

اللهم اني أشكوا اليك ضعف قوتي وقلة حيلتي وهواني على الناس يا ارحم أنت أرحم الراحمين ،انت رب المستضعفين وانت ربي  إلى من تكلني ، إلى بعيد يتجهمني ، أو إلى عدو ملكته أمري ، إن لم يكن غضب بك علي فلا أبالي ولكن عافيتك أوسع لي ، أعوذ بنور وجهك الذي أشرقت له الظلمات ، وصلح عليه أمر الدنيا والآخرة ، أن ينزل بي غضبك ، أو تحل علي سخطك ، لك العتبى حتى ترضى  ولا حول ولا قوة إلا بك

Allahumma inni asyku ilaika dhu’fa quwwati wa qillati hilati wa hawani alannas ya arhamar rahimin. Anta rabbul mustadh’afin wa anta rabbi ila man takiluni ila ba’idin yatajahhamuni aw ila ‘aduwwun mallaktahu amri in lam yakun bika alayya gahdhabun fala ubali walakin afiyatuka aswa’u li a’udzubi binuri wajhika alladzi asyraqat lahu dhulumatu wa shaluha alaihi amru dunya wal akhirah min anyanzilabi ghadabuka aw tahillu alayya sakhatuka lakal ‘utba hatta tardha wa la haula wa la quwwata ila bika.

Wahai Tuhan, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku, inanya aku di hadapan manusia. Wahai dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Yang Maha Melindungi orang-orang yang lemah. Engkaulah pelindungku, kepada siapakah Engkau akan menyerahkan diri hamba-Mu ini? Kapada yang jauh yang melihatku dengan muka masamkah? Atau kepada mereka yang membenciku? Jika saja Engkau tiada memurkaiku, aku tak peduli. Tetapi maaf-Mu yang Maha Luas yang sangat aku dambakan. Kami berlindung di bawah cahaya kasih-Mu yang menerangi kegelapan, dan atasnyalah semua urusan kehidupan di dunia dan akhirat akan menjadi baik. Jangan Engkau turunkan murka-Mu kepadaku atau Engkau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku. Tiada daya, tiada upaya, selain karena Engkau jua. (HR Thabrani)

Doa di atas baik dibaca untuk kebaikan diri dan hati sendiri, maupun orang lain. Diri yang belum baik, semoga disegerakan membaik.

Hati yang masih keras, semoga dilembutkan dan dibukakan. Dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Kastir juga mengungkapkan bahwa doa yang diriwayatkan oleh Thabarani tersebut juga baik untuk ajang memohon ampun kepada-Nya.

Alhasil, doa Rasulullah di atas sangat baik untuk diri sendiri ataupun untuk mendoakan orang lain.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...