Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Durhaka, Munafik dan Riya

by

Dalam menjalani kehidupan ini, tentu kita sebagai manusia pasti pernah dan akan mengalami fase membutuhkan pertolongan agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Dan saat-saat kita membutuhkan pertolonga itu, Allah adalah sebaik-sebaik tempat tempat untuk memohon dan meminta. Hanya kepada-Nya lah kita bergantung.

Maka ketika hidup kita ingin dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik, maka carilah pertolongan-Nya. Dalam QS Al Baqarah ayat 214 disebutkan:

أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّـهِ قَرِيبٌ

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Hal-hal yang tidak baik seperti sifat durhaka, sifat orang-orang munafik, dan riya menghampiri tanpa diminta.

Mungkin sesekali saja dimaklumi, sebagaimana lazimnya manusia tempat khilaf dan salah.

Namun jika hal-hal yang tidak baik itu melengket terus atau sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihindari, maka rasa-rasanya sangat dibutuhkan pertolongan Allah agar diselamatkan dari hal tidak baik tersebut.

Sifat durhaka (terlebih kepada orang tua), meneladani sifatnya orang-orang munafik, dan riya adalah tiga hal yang tidak baik dalam Islam dan memberikan dampak yang negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Jika dibiarkan begitu saja, maka sampai kapanpun mudharat dari hal yang tidak baik itu menghantui.

Cukup bermohonlah kepada Allah, agar Allah hilangkan dan hindarkan dari sifat tercela dan segala kemudharatannya.

Dalam riwayat Hakim, termaktub sebuah doa dari Rasulullah agar dihindarkan dari sifat durhaka, munafik, dan riya. Adapun doa tersebut adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْكُفْرِ ، وَالْفُسُوقِ ، وَالشِّقَاقِ ، وَالنِّفَاقِ ، وَالسُّمْعَةِ ، وَالرِّيَاءِ

Allahumma inni a’udzubika minal faqri, wal kufri, wal fusuqi, was syiqaqi, wa nifaqi, was sam’ati wa riya

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, kemunafikan, sum’ah, dan riya” (HR Hakim)

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat-sifat buruk tersebut agar kita tetap menjadi hamba-Nya yang taat.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...