Diajak Belanja Baju Lebaran, Kelakuan Anak-anak Yatim Ini Bikin Karyawati Mal Berlinang Air Mata

by

Viral foto-foto ekspresi anak-anak yatim ketika diajak masuk pusat perbelanjaan atau mal.

Foto-foto anak yatim masuk mal tersebut dibagikan oleh akun Agus Penyoe di Facebook pada Rabu (29/5/2019).

Diketahui, puluhan anak yatim ini dibawa ke mal oleh komunitas Majelis Anak Indonesia (MAI) untuk beli baju lebaran di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, NTB, pada Minggu (26/5/2019).

Namun, kehadiran anak-anak yatim ini justru membuat banyak orang menangis.

Termasuk saat foto-fotonya dibagikan ke media sosial. Ekspresi mereka sungguh mengharukan. Mengaduk emosi siapa saja yang melihatnya.

Agus Penyoe dalam status Facebooknya menceritakan beberapa fakta tentang anak-anak yatim tersebut.

Di antara anak-anak yatim tersebut ada yang baru pertama kali masuk mal, ada yang baru pertama kali naik eskalator, ada yang baru pertama kali naik mobil, hingga ada yang tegang masuk mal sampai muntah-muntah.

Ada juga yang tidak bisa tidur semalaman karena bingung mau belanja, ada yang bingung melihat baju sangat banyak, bingung mau memilih yang mana karena selama ini mereka tidak bisa memilih.

Menurut Agus Penyoe, beberapa karyawati ritel bahkan menangis melihat anak yatim gembira dalam belanja baju lebaran.

Ada yang baru merasakan pertama kali dipasangkan sepatu oleh orang lain.

Ada juga yang diajak keliling lihat baju sweater dan baju gaul tapi tak tertarik sama sekali, maunya malah minta gamis.

Ada yang tidak pernah makan KFC, sehingga sangat gembira ketika dapat bingkisan paket makanan dari KFC.

Ada juga yang meminta izin dibelikan baju dua lembar untuk dibagikan kepada temannya di rumah karena tidak ikut.

MEREKA AKHIRNYA PUNYA PILIHAN!!!

Mungkin ini pertama kali dari sejak mereka lahir, sampai sekarang akhirnya mereka bisa punya pilihan,, memilih baju, sendal/sepatu, celana, gamis, alat sholat dll sendiri..

Mungkin terdengar biasa bagi kita tapi tidak dengan adik2 ini. Biasanya adek2 ini tidak bisa memilih apa yang akan mereka kenakan buat hari raya besok. Mereka akan memakai pakaian yg (kalaupun itu ada) adalah PEMBERIAN dari orang yg berbaik hati memberikan kepada mereka buat hari raya besok,, yah kalaupun tidak, mereka biasanya akan memakai pakaian tahun kemaren(itupun kalo ada) atau akan memilih pakaian yg masih layak buat dipakai di hari raya nanti.

Makanya tidak heran pada saat mereka diajak buat belanja, diberikan pilihan dan menentukan pilihan, Mereka seolah-olah masih tidak percaya dengan hal tersebut. Bukan maksud mengajarkan konsumtif, tapi setidaknya kami ingin agar adek2 ini merasa mereka punya PILIHAN dalam hidup ini, merasa sama dengan anak lain walaupun itu mungkin sekali selama hidup mereka saat ini.

Dalam foto2 yang diunggah ini bisa menceritakan bagaimana mereka (maaf) agak kaku, keliatan ketumbenan, kelihatan seperti orang yang pertama kali masuk mall. Makanya waktu yg diberikan buat belanja itu ada yg sampai ngerasa tidak “cukup” Buat mereka.

Kebanyakan dari mereka banyak yg tidak langsung belanja. Mereka melihat baju, pernak-pernik, sepatu dll dulu yang mereka rasa mereka tidak akan membelinya. Satu kata yg terlintas di benak Mereka,, “KAGUM”..

Kagum akan desainnya, warnanya, gambarnya, mode nya, kagum dengan melihat banyak sekali jenis pakaian yang bagus dan yg paling sering kita liat adalah mereka kagum akan bahannya.

Mungkin selama ini mereka hanya tau bahan yang mereka pakai, yang (maaf sekali lagi) bahannya agak kasar, panas, keras dan sebagainya. Makanya tidak heran yang sering kami dapati waktu itu mereka memegang-megang baju yg mereka dapati, mengelusnya, membandingkan dengan baju yang pada saat itu mereka pakai dan juga akhirnya waktu mereka itu kebanyakan habis bukan pada saat “memilih”, tapi saat “Mengagumi” Barang2 yg banyak terpampang dihadapan mereka yg mereka sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya.

Mereka kelihatan takut, mencuri-curi kesempatan buat menyentuh pakaian itu dan tidak berani menyentuh lagi kalo didatangi oleh petugas dan relawan yg akan membantu mereka dalam MEMILIH.

Saat adik2 itu didekati, disuruh memilih, mencoba, maka akan terdengar Kata-kata yang bakal sering kami dengar dan akan kami ingat selalu dari mulut polosnya.. 

“Boleh kak?”, “Ndak dimarah?”, ” Ndak apa-apa ini?”, “Endak kok, cuma mau liat ajaq” 

Bahkan sampai ada yg bilang “Mau beli baju dua, yang satu buat saudara saya yang sakit dan ndak bisa ikut” Yang akhirnya membuat petugas nya haru dan meminta izin sebentar, mencuri2 waktu sedikit buat bersyukur dan melepaskan tangis yang dari tadi tertahan.. 

Kalo bukan karena petugas dan relawan yang sabar, donatur, partisipan dan semua orang yang BAIK yang mengarahkan, menemani dan mengajari adik2 ini buat memilih tidak mungkin adek2 itu bakal mempunyai PILIHAN selama hidupnya saat ini..

Kami tidak bisa memberikan balasan atas apa yang telah diberikan oleh orang2 BAIK tersebut selain rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada orang-orang yang terlibat dalam acara ini..

Saya jadi teringat kata2 temen saya, 
pada saat saya bilang “Masih banyak orang Baik ya om”.
Dan dia dengan enteng nya menjawab ” Semua orang itu Baik om”.

Yang pada saat itu langsung seperti memberi teguran buat saya, karena pada dasarnya:

Setiap Manusia itu terlahir BAIK, 
Setiap Manusia itu menginginkan hal BAIK, dan
Setiap Manusia adalah orang BAIK..

Terimakasih karena telah menjadi BAIK..” tulis Agus Penyoe,

Berikut foto-fotonya:

Foto 1:

Foto 2:

Foto 3:

Foto 4:

Foto 5:

Foto 6:

Foto 7:

Foto 8:

Foto 9:

Foto 10:

Foto 11:

Foto 12:

Foto 13:

Foto 14:

Foto 15:

Foto 16:

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...