Di Depan Polisi, Massa Minta Anak Kiai Jombang Diduga Cabuli Santri Ditangkap

by -1,360 views

Massa yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual akhirnya ditemui polisi.

Sebelumnya, massa menuntut penuntasan kasus dugaan pencabulan santriwati oleh anak Kiai di Jombang, MSAT.

Perwakilan massa pun ditemui penyidik di SPKT Polda Jatim.

Dalam pertemuan, polisi menyebut pihaknya masih tahap melengkapi berkas penyidikan, usai dikembalikan kejaksaan. Polisi berjanji akan segera menyelesaikan berkas tersebut.

“Jadi terkait hasil audiensi tadi, penyidik mengaku berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan, sudah diserahkan kembali ke kejaksaan dan kami tetap menyampaikan aspirasi kami bahwasanya penyidik harus melakukan komunikasi dengan tim kuasa hukum di LBH Surabaya,” kata perwakilan massa Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual, Ana Abdillah di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Ana Abdillah menambahkan pihaknya juga mempertanyakan apa kendala polisi dalam melakukan pelengkapan berkas.

Namun tidak ditemukan jawaban yang memuaskan. Bahkan, pelaku hingga kini juga belum ditahan.

“Kami sudah tanyakan terkait petunjuk formil maupun materil yang diminta (kejaksaan), tapi penyidik tidak secara rinci menjelaskan apa saja bukti petunjuk yang sudah dilengkapi. Di salah satu bukti petunjuk itu ada juga untuk menyerahkan pelaku ke Polda JPU gitu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Anabila menyebut pihaknya juga mendesak agar polisi bisa lebih cepat melengkapi berkasnya.

Tetapi, polisi beralasan adanya pandemi COVID-19 yang menjadi salah satu kendala.

“Lagi-lagi alasan PSBB, dan kami sadari situasi darurat COVID-19 ini juga untuk kasus kekerasan seksual ini juga gak bisa lebih darurat gitu ya. Iya di SP2HP di bulan Maret itu pelaku sudah dilakukan pemeriksaan. Salah satu bukti petunjuknya juga untuk segera memeriksa dan menangkap pelaku, cuma itu tadi tidak dijelaskan secara rinci gitu,” paparnya.

Dia berharap polisi bisa melakukan upaya penahanan pada tersangka.

Karena ancaman hukuman pada pasal yang disangkakan lebih dari lima tahun.

“Yang jelas segera menahan tersangka dan kami juga akan berkomunikasi dengan kejaksaan setelah ini. Di samping itu kami menyampaikan kepada penyidik mempertimbangkan dampak psikologi yang akan dihadapi oleh korban ketika kasus ini terus berlarut-larut. Bahwasanya sampai dengan 15 Juli ini sudah ada 261 hari sejak diterimanya kasus,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini berawal dari dugaan pencabulan santriwati oleh anak Kiai di Jombang, MSAT.

Korban pun melaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019.

Lalu, pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Jombang sejak tanggal 12 November 2019.

Kasus ini pun akhirnya diambil alih oleh Polda Jatim sejak 15 Januari 2020.

Namun hingga kini, berkas kasusnya masih dilengkapi oleh penyidik. Sementara pelaku masih belum ditahan.

Sumber: detik.com

loading...
loading...