Detik-detik Istri Bawa Anak Gagalkan Pernikahan Suami Dengan Pelakor di Gereja

by -290 views

Seorang perempuan di Zambia terlihat marah-marah di gereja saat acara pemberkatan pernikahan tengah berlangsung.

Rupanya, perempuan yang menggendong bocah itu merupakan istri sah dari mempelai pria.

Oleh karenanya, perempuan itu memohon kepada pastor agar membatalkan pemberkatan pernikahan suaminya.

Diketahui perempuan itu bernama Caroline Mubita. Dalam video yang beredar ia terlihat berteriak-teriak ketika acara pemberkatan pernikahan berlangsung.

Hal itu pun membuat seluruh tamu undangan di pernikahan terkaget-kaget.

Dengan menggendong anak kecil di punggungnya, Caroline kemudian meminta pernikahan suaminya yang bernama Muyunda dengan wanita lain agar dibatalkan.

Bahkan, perempuan yang telah memiliki tiga orang anak ini juga memohon kepada pastor agar tidak melanjutkan pemberkatan pernikahan tersebut.

“Pastor, pernikahan ini tidak boleh dilanjutkan. Dia adalah suamiku, ini adalah anaknya. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tolong batalkan pernikahan ini,” ucap sang istri kepada pastor sambil menggendong anaknya di punggung.

Mengutip Metro, Caroline mengaku tidak mengetahui rencana suaminya akan menikah lagi dengan wanita lain.

Sebelum hari pernikahan, sang suami disebut hanya memberitahu bahwa dirinya akan bekerja di luar kota selama beberap hari ke depan kepada sang istri.

Namun, apa daya. Kebohongan akhirnya bocor usai tetangganya mengetahui bahwa suami Caroline tengah menggelar pernikahan di Gereja Katolik di Chainda, Lusaka, Zambia.

Hal itu pun terbukti, usai dirinya datang langsung ke gereja tersebut.

Hingga artikel ini dibuat, belum diketahui pasti bagaimana kelanjutan video yang kini viral tersebut.

Akan tetapi, sang suami, Muyunda, disebut telah ditahan kepolisian setempat dan terancam hukuman tujuh tahun.

Seperti diketahui, Zambia disebut memiliki dua aturan pernikahan di antaranya berdasarkan hukum adat dan hukum modern.

Hingga kemudian, Muyunda dikabarkan diindikasi melanggar hukuman pernikahan modern yang diterapkan di negara tersebut.

Sumber: kumparan.com

loading...
loading...