Curhat Anak Jenazah yang Jatuh Saat Dimakamkan Secara Protokol Covid, Bisnis Keluarga Terjun Bebas

by -9,265 views

Anak dari jenazah yang jatuh hingga keluar peti saat dimakamkan secara protokole Covid-19 menceritakan kisahnya.

Jenazah yang jatuh hingga keluar peti itu adalah ibunya.

Video saat jenazah ibunya jatuh hingga keluar peti saat dimakamkan secara protokol Covid-19 ini viral di media sosial.

Pemakaman dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 PALI dengan berpakaian lengkap standar protokol kesehatan, Kamis (21/5/2020) malam.

Pasien yang meninggal dunia di RSUD Talang Ubi, PALI merupakan seorang wanita berusia 57 Tahun asal Kelurahan Bhayangkara berstatus PDP Covid-19.

Dalam video durasi lebih kurang 3 menit itu nampak nampak beberapa petugas menggunakan APD lengkap menggotong peti jenazah ke areal pemakaman.

Beberapa petugas lainnya mengarahkan hingga peti jenazah diletakkan di pinggir liang lahat.

Sebelum dimakamkan, petugas memastikan posisi kepala dan kaki jenazah agar tidak terjadi kesalahan.

Saat peti jenazah diletakkan persis di atas liang lahat yang dipasang dua batang kayu dan tali untuk menurunkan ke dalam lubang, masing-masing petugas bertugas memegang tali dan menarik kayu penyangga.

Begitu hendak dimasukkan, tiba-tiba peti jenazah itu terjatuh sebelum waktunya diduga karena pemegang tali belum siap ketika kayu penyangga ditarik.

Peti itu terbuka dan posisi jenazah di bawah dan kaki di atas.

Sontak kejadian itu membuat petugas dan keluarga jenazah histeris. Terdengar teriakan ‘Allahuakbar’, ‘Lailahaillallah’.

Seketika, keluarga jenazah emosi dan memarahi petugas dengan kata-kata kasar.

Pihak keluarga langsung turun ke liang lahat dan mengambil alih pemakamannya.

Jenazah ibunya ini disebut sebagai PDP Covid-19 di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Anak dari jenazah yang jatuh hingga keluar peti, Eka Kamelia (37) kini menuntut Gugus Tugas Covid-19 untuk membersihkan nama baik keluarganya.

“Kami meminta keadilan. Kami juga mengutamakan nama baik keluarga kami. Karena warga PALI takut dengan kami,” ungkap Eka Kamelia dikutip dari Sripoku.

Eka menyesalkan informasi yang beredar. Disebutkan bahwa ibunya, jenazah yang jatuh hingga keluar peti itu merupakan pasien Covid-19.

Informasi itu lantaran jenazah sang ibu dimakamkan secara protokol Covid-19.

Akibatnya, Eka serta keluarga lainnya merasakan dampak sosial yang luar biasa.

Keluarga Eka merupakan distributor buah di pasar. Dengan adanya kabar sang ibu adalah pasien Covid-19, maka bisnisnya kini terjun bebas.

“Jadi, baik pembeli maupun pedagang yang ada takut mendekat keluarga kami. Akibat ibu kami dimakamkan secara Covid-19. Usaha kami terjun bebas, nama baik keluarga kami jadi tercoreng,” kata Eka.

Bukan hanya dari segi bisnis. Imbas dari pemakaman secara protokol Covid-19 ini juga dirasakan pada saudara terdekat.

Eka bercerita saat keluarganya menggelar tahlil atas meninggalnya sang ibu, saudara dekatnya sama sekali tak ada yang datang.

Tak habis sampai di situ saja, menurut Eka, pihak Gugus Tugas sama sekali tak ada yang beritikad baik pada keluarganya.

Padahal prosesi pemakaman sang ibu mendapat insiden.

“Setelah berita ini viral, baru Kamis (4/6/2020) Ketua Gugus Tugas bersama tim lain menemui keluarga kami untuk meminta maaf,” katanya.

Eka meyakini, selama sakit ibunya belum sempat diambil sampel, baik rapid tes maupun swab test.

Meski begitu, pemakaman ibunya tetap saja dilakukan secara protokol Covid-19.

Sementara itu adik dari jenazah yang jatuh hingga keluar peti saat dimakamkan secara protokol Covid-19, Samsudin mengatakan, setelah insiden itu keluarga langsung mengambil alih prosesi pemakaman.

Keluarga memutuskan untuk membuka kantong jenazah.

“Kami tidak terima. Jadi kami ambil alih dengan melakukan pemakaman sendiri. Kantong mayat kami buka serta plastik yang membungkus jenazah. Kami mau menguburkan almarhumah sesuai syariat Islam,” katanya.

Ketua Gugus Tugas (Kasatgas) Percepatan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Junaidi Anuar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban terkait terjatuhnya peti mati jenazah saat akan dimakamkan.

Menurut Junaidi, petugas sudah dilatih untuk mempersiapkan proses pemakaman sesuai protokoler Covid-19. Meski begitu, kejadian ini benar-benar di luar dugaan.

“Murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan, itu di luar dugaan kami,” ungkap Junaidi, Jumat (5/6/2020).

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...