[Cek Fakta] Nasi Padang Menjadi Sumber Penularan Covid-19? Cek Faktanya

by -5,642 views

Beredar kabar yang menyebutkan nasi pada menjadi sumber penularan virus korona tipe baru (covid-19).

Kabar itu melalui pesan berantai WhatsApp.

Dalam pesan yang beredar disebutkan, penyebaran covid-19 melalui makanan yang tidak habis lalu kembali disajikan untuk tamu lainnya. Berikut secara lengkap narasi yang beredar:

“*HATI2 MAKAN NASI PADANG*

Nasi Padang sumber penularan virus Covid-19 . Coba bayangi tiap meja tamu2 mkn dak habis sisa2 dikembalikan lagi dan di sajikan lag ke tamu berikutnya ! pun demikian yg bungkus juga bekas2 air liur tamu2 yg mungkin ada yg virus corona ? biasa selesai mkn tamu2 ngobrol2 dulu dan hidangan di meja blm diangkat ? hujan rintik2 lah di hidangan tsb . paling rentang penularan virus corola . “

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penuluran covid-19 adalah salah.

Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

Dilansir Detik.com, melalui artikel berjudul “Sebut Nasi Padang Penyebab Virus Corona, Pria Ini Minta Maaf” dimuat Rabu, 25 Maret 2020, disebutkan bahwa kabar itu pertama kali disebarkan melalui grup WhatsApp para pedagang di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Komunitas pedagang mencari dan mendapati pria yang menyebarkan informasi tersebut.

Pelaku penyebar informasi itu diketahui seorang pria berusia 40 tahun. Pria tersebut telah meminta maaf melalui sepucuk surat dengan materai 6000.

Masih dikutip dari sumber yang sama, seorang praktisi kuliner Arie Parikesit juga ikut berkomentar. Dia menyebut, nasi padang menjadi sumber penularan covid-19 adalah fitnah.

Dia juga mengunggah surat pernyataan dari penyebar informasi tersebut.

“Memfitnah nasi Padang sebagai sumber corona, seorang warga akhirnya menorehkan ttd di atas materai 6000. Kekerabatan Minang dilawan,” tulis Arie Parikesit.

Kesimpulan:
Klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penuluran covid-19 adalah salah.

Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya.

Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.

Sumber: medcom.id

loading...
loading...