Cara Merekatkan Kembali Hubungan Ayah Dengan Anak Remajanya

by -740 views

Sebagai ayah, masa-masa ini pasti sulit. Ayah inginnya anak-anak tetaplah anak mereka, yang gampang dipeluk dan dicium. Sekarang mereka malah menghindar.

Ayah, tak perlu diambil hati. Ini adalah tanda-tanda tumbuhnya kemandirian anak. Bukalah sedikit tali dan ikatan, berikan ruang untuk mereka tumbuh dan berkembang.

Ketika anak beranjak remaja, ia pasti ingin lebih mandiri dan melepaskan diri dari keterikatan dengan orangtua. Tak jarang, mereka justru malu dengan perhatian atau bantuan yang kita berikan.

Tak perlu melepas seluruh ikatan, sebab pengaruh ayah masih diperlukan. Saat ini, mereka akan lebih peka pada apa yang kita perbuat daripada apa yang kita katakan.

Maka, praktikkan saja apa yang kita ceramahkan, kurangi ceramah dan omelan mulai sekarang.

Aktivitas yang mungkin bisa merekatkan kembali ikatan antara anak dan ayah, antara lain:

1. Makan Bersama Keluarga
Kesannya sepele, tapi makan bersama memberikan nilai yang luar biasa bagi seluruh anggota keluarga. Duduk bersama, makan sambil berbincang santai. Jangan lupa matikan TV dan telepon.

Satu kali sepekan pun sudah cukup menumbuhkan keakraban. Bukan hanya saat menyantap, bahkan saat mempersiapkan hingga membereskan makanan juga bisa jadi kegiatan menyenangkan.

2. Ucapan Selamat Tidur
Anak kita mungkin tidak perlu dininabobokan lagi, tapi mempertahankan jam tidur yang konsisten membantu remaja untuk mendapatkan waktu tidur yang pas untuk kesehatan mereka.

Sebelum tidur, jangan lupa berbagi cerita sebentar tentang kegiatan hari ini dan rencana esok hari. Berikan pelukan dan ciuman, atau paling tidak usaplah bahu atau punggungnya.

3. Berbagi di Waktu Santai
Banyak hal kecil yang dapat ayah kerjakan bersama anak remaja di waktu santai, mulai dari berolahraga, mencuci kendaraan, memasak, sampai sekadari menonton acara televisi favorit. Kadang, di momen-momen ini ayah dan anak dapat berbincang panjang.

4. Ajak Ia Berkendara
Inilah saat yang tepat untuk membicarakan suatu persoalan. Saat ayah membawa kendaraan, si remaja mungkin jadi lebih mau membicarakan masalahnya.

Kondisi ayah yang fokus menatap jalan dan anak tak perlu melakukan kontak mata, akan membantu dia menjadi lebih terbuka.

5. Tunjukkan Rasa Sayang
Remaja memang sensitif dengan “pameran” kasih sayang orangtuanya di tempat umum. Ia mungkin akan menghindari pelukan dan ciuman, tapi bukan berarti ia menarik diri.

Saat di tempat umum, tunjukkan kasih sayang dengan cara lain, seperti tersenyum atau melambaikan tangan. Ini dapat mengirimkan pesan cinta ayah sekaligus menghargai batasan anak.

6. Hargai Apa yang Mereka Kerjakan
Apresiasilah apa yang anak kerjakan, bukan memuji tapi menghargai. Misal,

“Tadi Ayah melihat kamu latihan bola, sulit juga ya main bola itu? Tapi kamu sepertinya mudah saja melakukannya. Hebat!”

Terlibatlah dalam waktu lebih lama, dalam pengejaran ambisinya. Datanglah ke tempat latihan anak main bola. Bila tak bisa datang, tanyakan bagaimana latihannya dan dengarkan ceritanya.

Bantu anak agar dapat menceritakan kekecewaannya. Sikap ayah yang berempati akan melatih anak menerima kekalahan tersebut, dan memberinya dorongan untuk mencoba lagi.

7. Tunjukkan Minat Ayah Pada Anak
Tunjukkan minat dan rasa ingin tahu tentang ide, perasaan, dan pengalaman anak. Jika ayah sering mendengarkan apa yang anak katakan, ayah akan mendapat pemahaman mengenai bimbingan dan dukungan yang diperlukan anak.

Memberikan respons yang tidak menghakimi akan membuat remaja datang kepada ayahnya setiap kali ia menghadapi masalah berat.

Semoga bermanfaat.

Sumber: ruangmuslimah.co

loading...
loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.