Bupati Bogor soal Pasien Positif Corona Kabur ke Dukun: Tidak Teredukasi Baik

by -2,121 views

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan kasus pasien positif virus corona yang kabur dari rumah sakit ke pengobatan dukun di daerah Sukamakmur.

Menurutnya, aksi warganya itu terjadi akibat kurangnya edukasi tentang virus corona di wilayah perdesaan.

“Mungkin karena ini belum paham bahayanya COVID-19 atau mungkin tidak teredukasi dengan baik dan ini terjadi memang di wilayah paling jauh dan paling timur di wilayah Kabupaten Bogor,” kata Ade dalam video yang diterima kumparan, Selasa (12/5) malam.

Ade yang juga Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor ini menyampaikan, pasien yang diketahui berinisial NC (43) itu menolak saat hendak diisolasi di rumah sakit.

Namun setelah dicari oleh petugas, NC dirawat di lokasi pengobatan tradisional dukun. Petugas kemudian mengevakuasinya ke RSUD Cileungsi.

Alhamdulillah sudah kita ambil kembali (evakuasi ke rumah sakit). Jadi (pasien) ini satu orang perempuan dari daerah Jonggol,

bukannya patuh terhadap anjuran dari dokter malah kabur menuju ke rumah dukun,” jelas Ade.

“Dan dua hari menginap di rumah dukun tapi akhirnya kita bisa ambil kembali (evakuasi), dan sekarang sudah diisolasikan di rumah sakit,” imbuh Ade.

Awalnya pasien itu sempat dirawat di RS Permata dengan hasil rapid test positif dan memaksakan diri pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, hasil pemeriksaan swab test keluar dan hasilnya positif virus corona.

Namun ia malah memilih pengobatan dukun ketimbang menjalani perawatan di rumah sakit.

Petugas kesehatan dan kepolisian pun mengevakuasi pasien itu lengkap dengan APD.

Sementara lokasi pengobatan dukun di Kampung Legok Nyenang, Desa Sirnajaya, Sukamakmur, langsung disterilkan.

Sumber: kumparan.com

No More Posts Available.

No more pages to load.