Bunuh Anak-Istri, Pelaku Ternyata Sering Ancam Bakal Bakar Keluarga

by -2,504 views

Seorang pria bernama Amir (35) tega membakar hidup-hidup anaknya Nafisa (3) dan istrinya yakni Muamalah (29) lalu membakar dirinya sendiri di Kabupaten Pekalongan.

Ayah mertua Amir menyebut menantunya itu sering melontarkan ancaman akan membakar keluarganya.

“Setiap bertengkar, selalu mengancam akan bakar keluarga. Tidak hanya sama istrinya sama iparnya juga kurang bagus hubungannya,” ujar mertua Amir, Khuzaeri (58), saat berbincang dengan┬ádetikcom, Minggu (30/8/2020).

Khuzaeri bercerita, menantunya itu selalu marah-marah karena persoalan kurang cocok dengan saudara-saudaranya. Pertengkaran antara menantu dan anaknya kerap didengarnya.

“Malam-malam sampai pagi baru pulang terus tidur. Saat tidur inilah, kalau mendengar suara tangis anak, kerap marah-marah dan bertengkar lagi,” jelasnya.

Tabiat mudah marah menantunya itu, kata Khuzaeri mulai semakin menjadi sejak kelahiran anak pertama yang kini sudah meninggal dunia.

Dia mengungkap cucunya yang bernama Hafiz itu meninggal dunia karena sakit.

“Anak pertama (Bernama Hafiz) sakit, saat umur satu tahun. Karena parah, akhirnya meningal. Dia (Amir), tidak memperhatikan termasuk utang-utang saat mengobati anak di rumah sakit,” ungkap Khuzaeni.

Saat itu, kata Khuzaeni, dia dan adik-adik Muamalah yang akhirnya menyelesaikan utang biaya pengobatan Hafidz. Menurutnya, sejak saat itulah, perangai Amir kian tidak karuan.

“Dia (Amir) sebelumnya sudah mau bila berpisah. Tapi syaratnya berat, anak harus ikut. Anaknya tidak mau juga,” jelasnya.

Paman korban, Muhammad Aris (38), mengungkapkan hal senada. Hubungan Amir dengan saudara-saudara di rumahnya tak cukup bagus.

“Memang kurang bagus huhungan dengan orang rumah dan beberapa tetangga. Tapi sama saya dia masih sedikit menghormati,” kata Aris.

Bahkan, informasi kurang harmonisnya pelaku dengan seisi rumah juga terdengar oleh Kepala Desa Karangsari, Nur Azizah.

“Iya, Saya juga baru menerima laporan, memang keluarga tersebut sudah cekcok susah lama, yang jelas sudah tidak ada kecocokan antara suami-istri tersebut, terakhir saya dapat informasinya berebut anak saat pisah nanti,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muamalah dan Nafisa tewas akibat luka bakar di tubuhnya.

Sedangkan Amir saat ini masih dirawat di RSI Pekajangan dan rencananya akan dirujuk ke RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.

Kabid Pelayanan Medis RSI Pekajangan dr Margono mengungkap kondisi Amir semakin baik. Dia telah sadar meski luka bakarnya mencapai sekitar 90 persen atau grade II.

“Saat ini sudah di ruang perawatan. Kondisi sadar, dengan luka bakar grade II, derajat luka bakar sekitar 90 persen, luka bakar di wajah, lengan bawah kanan dan kiri, ketiak kanan, extremitas bawah kanan dan kiri, dan di punggungnya,” jelas dr Margono kepada detikcom di kantornya siang tadi.

Sumber: detik.com

loading...
loading...