Bukan Bulan Sial, Panjatkan Doa Ini Saat Bulan Safar Agar Terhindar Dari Musibah

by

Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharram. Memasuki bulan kedua di kalender Hijriyah ini, banyak yang beranggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan yang identik dengan kesialan.

Banyak yang percaya, bulan Safar menjadi bulan yang penuh dengan musibah, kenahasan, bencana, dan lain sebagainya.

Padahal, di dalam Islam semua bulan adalah baik. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah membenarkan anggapan buruk tersebut.

Untuk itu, menyambut datangnya bulan Safar ini tak ada salahnya sebagai umat Islam untuk memanjatkan doa dan memohon perlindungan pada Allah SWT.

Terutama agar senantiasa dihindarkan dari musibah maupun marabahaya. Untuk menghindarinya, umat Islam diminta untuk memperbanyak dzikir.

Dilansir TribunStyle.com dari nu.or.id, salah satu dzikir yang dapat menangkal segala bentuk musibah adalah dengan beristighfar.

Istighfar memang hanya terdiri dari satu kalimat. Namun, terbukti mampu mendatangkan banyak solusi.

Diriwayatkan dari Al Hasan bahwa suatu ketika datang kepadanya seseorang yang mengadu akan kefakiran yang dialaminya.

Kondisi ekonominya begitu terpuruk. Kebutuhan keluarga yang ia tanggung tak dapat ia cukupi.

Ada lagi seorang yang lain mengadu kepadanya untuk meminta solusi terhadap masalah yang ia alami.

Orang itu bisa dikatakan mandul. Telah lama ia menginginkan seorang buah hati, namun tak juga dikaruniai.

Tapi ia tak mau putus asa. Maka datanglah ia ke al-Hasan sebagai bentuk ikhtiarnya.

Al Hasan juga didatangi oleh seorang petani. Ia begitu gamang terhadap bumi yang ia tanami.

Bagaimana tidak, setelah sekian tahun mengolah tanah, tak sekali pun ia menuai hasil yang melimpah.

Tapi, yang terjadi justru kerusakan tanaman akibat kekeringan dan tanah yang tandus.

Semua itu dijawab oleh Al Hasan hanya dengan satu kalimat, yaitu:

اِسْتَغْفِرِ اللهَ

“Bacalah istighfar, mintalah ampunan kepada Allah.”

Betapa mengherankan al-Hasan ini. Di antara sekian banyak masalah yang dia adukan kepadanya hanya satu solusi yang ia berikan kepada orang-orang tersebut.

Maka Rabi’ bin Shahib pun memberanikan diri untuk bertanya,

“Wahai Al Hasan, banyak orang yang mendatangimu dengan mengadukan berbagai hal dan meminta (pertolongan) bermacam-macam kepadamu, tapi mengapa hanya istighfar yang kau jadikan sebagai solusi jalan keluar?”

Al Hasan pun terdiam, kemudian ia hanya membacakan beberapa ayat dari Surat Nuh sebagai berikut:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا () يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا () وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَّيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا () مَا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ اللهَ وَقَارًا 

“Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan yang lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”

Selain istighfar, adapun berikut ini doa menyambut bulan Safar beserta artinya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَعُوْذُبِا اللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ. وَأَعُوذُبِجَلاَلِكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلاَلِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَأَهْلِي وَأَحِبَّائِي. وَمَا تُحِيْطُ شَفَقَّهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ فِيْهَا. وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ. يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ وَاخْتِمْ لِيْ فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِاالسَّلاَمَةِ وَالعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَلِلأَهْلِيْ. وَمَا تُحُوْطُهُ شَفَقَّهُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

“Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan waktu ini dan penduduknya, dan aku berlindung dengan keagunganMU, Keagungan ZatMU dan Kesempurnaan Keagungan KesucianMU, agar menjauhkan diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang aku sayangi dan sesiapa yang hatiku kasih kepadanya, dari keburukan tahun ini, dan selamatkanlah aku daripada kejahatan yang telah ENGKAU tetapkan dalam tahun ini dan jauhkanlah daripadaku keburukan bulan safar, wahai Allah Yang Mulia pandangan rahmatNYA dan tutuplah pada bulan dan saat ini dengan keselamatan, afiah dan kebahagiaan kepadaku kedua orang tuaku, anak-anakku dan sesiapa yang hatiku kasih kepadanya dan seluruh orang Islam.”

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...